Patroli Indonesia.com,
Tasikmalaya, Singaparna – Aksi damai yang dilakukan oleh organisasi Pemuda Pancasila di Gedung DPRD Kab. Tasikmalaya, akhirnya di terima komisi 4 dari Partai Golkar, keterwakilan aksi di persilahkan masuk ke Gedung DPRD Tasikmalaya, Selasa ( 20/09/2022 ).
Saat didalam Gedung Dewan Korlap Ecep Sukmanagara, SH mengucapkan terima kasih kepada wakil rakyat yang telah memfasilitasi pertemuan antara Legislatif dan Eksekutif. Tetapi dari kita ingin kehadiran Sekertaris Daerah (sekda) dalam pertemuan ini.
Pertemuan sudah berjalan 20 menit, petanyaan pun dilontarkan tetapi tidak ada yang memuaskan yang diinginkan peserta aksi dari Pemuda Pancasila.

Korlap akhirnya menyampaikan kepada peserta aksi untuk keluar dari gedung dewan karena tidak hadirnya sekda.
Perwakilan dari komisi 4 menyampaikan kepada Pemuda Pancasila, barusan dari perwakilan SKPD hadir tujuh dinas yaitu Rumah Sakit SMC, Dinas Kesehatan, Pol PP, Dinas Keuangan, BPBD, Bagian Hukum, Sekertaris DPRD akan tetap yang diinginkan oleh kawan-kawan ketemu langsung dengan ketua PAPD.
“Yang kami berikan Surat secara resmi, maupun by phone, maupun di cek langsung ternyata pada hari ini, belum berkenan untuk menemui kita sekalian,”ucapnya.
Lanjutnya jujur DPRD merasa kecewa dan tidak dihargai, juga sebagai lembaga, oleh karnanya sesuai kewenangan yang kami punya, kehadiran bapak ibu sekalian sudah diterima dengan baik dan semangat konstitusional kita.
Surat sudah kita layangkan informal sudah kita lakukan bahkan barusan secara tentatif sudah kita cek kelapangan.
“Oleh karena itu kami kembalikan kedaulatan ada di rakyat, kami sampaikan hak prerogatif ada di bapak ibu sekalian,”tandasnya.
” Dengan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari pimpinan dan saya sebagai anggota badan anggaran dengan Pak Asep tentu tidak memenuhi harapan yang bapak ibu berikan pada kami, oleh karena itu mudah mudahan ini semua ihtiyar yang kita dapatkan bersama-sama dengan rakyat untuk memperbaiki keadaan yang komunikasi ini, sejelek sepanjang sejarah Kab. Tasikmalaya,” ucapnya.
” Untuk itu sekali lagi dengan kehilapan kealfaan dengan kerendahan hati sedalam-dalamnya, kami merasa bertanggung jawab kedatangan menunui bapak ibu sekalian, bukan dalam rangka apa-apa, tetapi memang pertangungjawab moral terhadap bapak ibu sekalian, oleh karenanya semua diserahkan kembali kepada bapak ibu sekalian tidak ada larangan untuk menuju ke tempat yang lain kemudian yang lainnya agar kemudian perjuangan dan gerakan ini efektif sesuai sasaran yang dimiliki,” sesalnya.
Dan pergerakan dilanjutkan dengan keliling di seputar Gebu dan lanjut ke kantor kejaksaan di jalan Singaparna Garut.
(Asjen)












