MPI, TAKALAR – Dengan adanya aduan Guru SMK Negeri 3 takalar di Kantor Cabang Dinas (KCD) pendidikan provinsi Sulawesi selatan di Jalan Pallantikan, kecamatan Pattallassang, kabupaten Takalar, Jum’at (24/1/2025).
Salah satu aduan guru menjadi sorotan publik yang disampaikan di ruangan aula KCD Pendidikan provinsi mengenai
pengelolaan data siswa yang tidak sesuai dan akurat terdaftar di Dapodik.
“Kami juga mendapati bahwa terdapat beberapa nama siswa dalam absensi yang sudah tidak aktif atau tidak lagi bersekolah, yang menunjukkan adanya kemungkinan manipulasi data untuk tujuan tertentu,” ucap Seorang guru yang turut mengadukan ke KCD Provinsi.
“Hal ini disampaikan secara langsung ke Hj.Andi Ernawati selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan provinsi, bersama Kasi SMK, yakni pak Hamsah.” Imbuhnya.
Aduan guru yang mengarah ke dugaan manipulasi data-data siswa oleh oknum Kepala sekolah (Kepsek) SMK Negeri 3 Takalar dianggap tindakan yang tidak etis dan ilegal, dan bisa merusak citra pendidikan juga merugikan negara.
Ditempat yang sama, Hj. Andi Ernawati Mengungkapkan mengenai Dapodik. “Di sekolah masih ada siswa yang terdaftar, lalu sudah tidak sekolah lagi, dan secepat mungkin akan memeriksa data dapodik tersebut.” Paparnya.
Lanjutnya, “kami akan panggil operator dulu, operator dapodik untuk kroscek data tersebut apa betul laporan guru-guru ini, karena kami baru mendengar laporannya.
“Kalau mengenai lahan produksi untuk di Jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura) yang dialihkan ke pihak luar itu tidak boleh, karena itu harus dikelola oleh jurusan yang ada di dalam, ini sudah kelewatan Kepseknya,” tutup Hj. Andy Ernawati. **












