MPI, Madiun – Perguruan silat di Jawa Timur kerap menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Sebab kisruh antarperguruan kerap menimbulkan perselisihan dan tak jarang membawa korban.
Momen bulan Ramadan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun menjadi pembeda. Terdapat empat perguruan silat kondang turun ke jalan. Keempat perguruan itu terlihat membagikan menu berbuka atau takjil di pertigaan pasar Gantrung.

Empat perguruan itu terdiri atas PSHT, PSHW, PSCP, PPRT, terlihat membagikan takjil Sabtu (15/4/2023) lalu. Berdasar informasi, keempat perguruan itu merogoh kocek masing-masing untuk dibelikan konsumsi menu takjil.
“Kita kumpulkan iuran dari kantong pribadi. Setelah iuranya terkumpul, dibelikan takjil di para pedagang sekitar lokasi,” ujar Ketua Kampung Pesilat Desa Sidorejo, Abdul Haris Badrul Alam.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar merajut harmonisasi antar perguruan. Bagi takjil antarperguruan ini diharapkan menggenjot perekonomian, karena menu takjil berasal dari UMKM lokal.
Di samping itu juga menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pencak silat tidak melulu identik dengan bela diri, namun juga sosial kemasyarakatan.
“Kalau dulu mungkin pesilat dikenal sebagai sosok yang menakutkan. Kami berusaha hadir saat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ditambahkan olehnya, bersama seluruh anggota di dalam Kampung Pesilat Desa Sidorejo, sepakat untuk membangun pencak silat cinta damai. Hal yang paling mendasar adalah menciptakan kerukunan, keguyuban, tanpa ada gesekan antar anggota perguruan silat.
Keberadaan sejumlah pesilat yang bagi-bagi takjil di tepi jalan itu sempat mengagetkan pengguna jalan.
Tak sedikit warga yang mengira anggota pesilat dari berbagai latar belakang perguruan itu akan adu kekuatan, namun ketika mendekat sejumlah pesilat menenteng menu takjil, kemudian membagikan kepada pengguna jalan.
“Sempat kaget. Saya kira mau ada apa (adu kekuatan), ternyata bawa takjil. Mendekatlah saya biar kebagian,” ungkap Prianto (30), pengguna jalan yang melintas saat ditanya awak media.
Rasa kaget juga menghinggapi Rianti (23) pengguna jalan lain. Sempa dikiranya para pesilat itu akan atraksi di pinggir jalan. Perasaannya sama dengan Rianto yang menduga akan ada tawuran antar anggota perguruan silat.
Sebagai informasi, Kampung Pesilat merupakan wadah perkumpulan untuk perguruan silat di Desa Sidorejo. Dalam paguyuban itu terdapat empat perguruan silat. Mereka dibina oleh tiga pilar Desa.
(Zoell)












