MPI, Ciamis Jabar – Forum Perangkat Daerah bersama Forum Konsultasi Publik Kabupaten Ciamis menggelar rapat penguatan forum lintas sektor guna mempercepat penanganan program stunting serta menekan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis dengan melibatkan berbagai unsur perangkat daerah, lembaga terkait, serta perwakilan masyarakat. Senin (9/3/2026).
Rapat tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyinergikan program lintas sektor agar penanganan dua persoalan sosial tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo, menegaskan bahwa penguatan koordinasi antar instansi sangat penting dalam mempercepat pengentasan stunting sekaligus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pola asuh dalam keluarga. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
“Melalui forum lintas sektor ini kita ingin memastikan bahwa semua pihak bergerak bersama. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan harus melibatkan berbagai sektor agar hasilnya maksimal,” ujar dr. Yoyo.
Selain persoalan stunting, forum tersebut juga membahas upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
dr. Yoyo menjelaskan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sering kali terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, rendahnya pemahaman tentang perlindungan anak, hingga kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Kami berharap melalui penguatan forum ini, koordinasi antara lembaga pelayanan, aparat penegak hukum, serta masyarakat dapat semakin solid sehingga kasus-kasus kekerasan dapat dicegah dan ditangani dengan cepat,” jelasnya.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai strategi yang akan dilakukan ke depan, di antaranya peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting, penguatan peran kader kesehatan, peningkatan pelayanan bagi korban kekerasan, serta penguatan sistem pelaporan dan pendampingan korban.
dr. Yoyo menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor agar program pengentasan stunting dan perlindungan perempuan serta anak dapat berjalan secara optimal.
“Harapannya, melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, angka stunting di Kabupaten Ciamis dapat terus menurun serta kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Hendi Pentil)












