MPI, Rupat Utara – Dugaan, ada Wartawan yang mengaku Jurnalis Rupat namun tidak kompeten di dalam pengambilan Dana Bermasa dan dianggap Cacat Hukum.
Ini karena mereka dengan semena-mena menakut-nakuti Pemdes setempat dengan tidak menghitung wilayah kerja mereka.
Menurut Indra Siregar Cs yang tergabung di Forum Wartawan Rupat (FWR), inilah wadah Instansi yang sah dan telah mendapatkan mandat dari Bupati Bengkalis sebagai corong media yang Sah di Rupat.
“Mereka berbagi tugas untuk pengambilan dana Bermasa tersebut. Apalagi letak desa tersebut adalah Desa Sukma Nuberi, harus salah satu wartawan yang tergabung di Forum Wartawan tersebut yang menjabat sebagai Bendahara Forum tersebut yang mengambil dan menerima dana bermasa.
Sesuai yang tertulis dengan Juknis forum dan kelembagaan, aturan bahwa yang berhak mengekspos dari keberhasilan pekerjaan dana anggaran tersebut adalah wartawan lokal yang ada di desa tersebut.” Tegas Indra. Rabu, (28/01/3023).
Adapun Jurnalis Rupat tersebut merupakan jurnalis gabungan yang hanya di Rupat aja. Ditenggarai oleh Alan Jeri Fanus, Suprapto, Tarmizi, M Syopri dan Selamat R Cs, namun Wartawan M Syopri yang selalu membuat masalah tanpa mempelajari sesuatu hal sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Saat dihubungi, Bapak Sunardi selaku Dewan pembina, dirinya juga merasa kesal atas sikap M Syopri Cs. “Jangan semena-mena mentang-mentang wartawan main tulis aja.” Ucap Sunardi dengan nada kesal.
“Seharusnya ada rasa berbagi, dan kadang perlu juga mengalah di kawan yang lain. Bagaimana pun juga kisruh ini seharusnya bisa diluruskan sesama pihak terkait dengan pihak Desa.” Jelasnya.
“Karena kalau ini dinaikkan di pemberitaan jelas mencoreng nama baik wartawan yang sikut menyikut. Saya selaku orang tua dalam hal ini merasakan tindakan M Syopri sudah terlalu rakus dam keterlaluan, seolah-olah main rampas hak orang.” Imbuhnya.
Lanjut Sunardi, “ingat rejeki itu harus berbagi dan jangan terlalu tamak, apalagi jadi jurnalis asal main tulis aja. Banyak wartawan di Rupat ini yang masih buram tidak kebagian dengan dana ini akibat keserakahan oknum wartawan lain yang tidak jelas organisasi medianya. Di Rupat ini yang seolah-olah menakuti-nakuti para pejabat desa lewat pemberitaan mereka.” Pungkasnya.
( Raden Sukma )












