Gagasan Momentum Silaturahmi Kebangsaan Menjelang Harkitnas 20 Mei 2022

Patroli Indonesia | JAKARTA – Patut di apresiasi upaya Pandu Budi Rahardjono sebagai penggagas Momentum Silaturahmi Kebangsaan yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022.

Sebagai Panitia Pelaksana, antaranya Angga Suhada, DW.Landjari, Arif Wibowo, serta Ayu Widya dengan bagian peran pentingnya, serta partisipasi rekan rekan media yang ada disetiap Kabupaten/kota Madya yang berada di Jawa Timur agar ikut laksanakan secara serentak pada kegiatan yang dibawah koordinasi sdr.Saud Hutabarat selaku Pimred Media Pilar Demokrasi.

Saat ditemui Media Patroli Indonesia di Jakarta, pada hari Senin, (09/05/2022) di kediamannya, Surjanty Aminan Mengatakan bahwa ini adalah satu gagasan yang luar biasa dan belum pernah terpikirkan selama ini dengan menyatukan para pemuka agama dan lintas agama untuk bersilaturrahmi dalam momentum Kebangsaan disaat hari Kebangkitan Nasional.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi sekali terhadap gagasan yang luar biasa ini, dan semoga dapat disambut dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan Pem erintah Pusat maupun Daerah.”

Kemudian di sela-sela pertemuan dengan sebagai Salah satu Ketua dari Perkumpulan Wanita Tionghoa Indonesia (PERWANTI) itu. Pandu budi raharjonob uga mengatakan, Indonesia adalah negara besar yang didalamnya terdapat berbagai agama, bahasa, suku, budaya dan adat istiadat.

Kemajemukan ini yang membuat negara Indonesia menarik, unik dan kaya. Ini tercermin lanjutnya, dengan motto “Persatuan dalam ke aneka ragaman di Negara tercinta ini, Sabtu (07/05/2022).

Apabila mengacu pasal 29 UUD 1945 Negara berdasarkan atas KeTuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing, dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaan itu” Jadi, ke aneka ragaman ini di jamin Negara, tidak ada istilah mayoritas dan minoritas.

Maka, diharapkan kepada seluruh elemen yang ada di Nagara ini, jangan sampai terpancing atau terprovokasi yang dapat membahayakan integrasi negara.

Pandu berpendapat, jika keaneka ragaman ini dipelihara niscaya Negara kita tentram, aman dan nyaman.

“Kita ketahui bersama melalui, media sosial kerap menonjolkan egoisme individu/antar kelompok masyarakat, dan menunjukkan sikap permusuhaan diantaranya suku, agama, ras dan golongan.” Tutur sang penggagas tersebut.

“Terlepas dari masalah di atas, dan sebagai manusia umat beragama semuanya mendambakan hidup damai, rukun dan harmonis, merupakan wujud toleransi yang diharapkan semua manusia sebagai umat beragama.

Gagasan tentang silaturahmi kebangsaan kiranya bisa dikolaborasi melalui silaturahmi kebangsaan, dan ini merupakan gambaran perberbedaan suku, agama, bahasa dan budaya yang saling bertemu dan tetap menjadi satu yaitu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ujarnya.

Pandu Budi Raharjo menambahkan, “acara silaturrahmi kebangsaan, akan dilaksanakan antara tanggal 20 Mei sampai dengan 30 Mei 2022, yang artinya masih dalam rangka hari Kebangkitan Nasional tahun 2022. Harapan silaturrahmi kebangsaan ini dapat dilakukan di seluruh Indonesia dengan mengumpulkan para pemuka agama dan para pemuka lintas agama, agar dapat saling bersilaturrahmi. Kegiatan ini tidak lepas dari tokoh dan elemen masyarakat yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.” Pungkas Pandu Budi Raharjo menutup wawancaranya.
( arriland* )

Pos terkait