MPI, Ciamis Jabar – Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Giti Mukti Desa Utama bersama Forum Mahasiswa Galuh Tabayun (Formagat) menggelar gerakan gotong royong normalisasi saluran Dawuan Ciancang di Dusun Bojongnangoh, RT 13/RW 05 Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa, (17/2/2026)
Kegiatan tersebut melibatkan para petani, pemuda, serta masyarakat sekitar yang secara bersama-sama membersihkan saluran dari tumpukan sampah, rumput liar, dan endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran air.
Hadir juga Sekda Ciamis, H. Andang Firman T, PPO Ciamis, Forkopimcam, dan para tamu undangan lainnya. Normalisasi dilakukan sebagai upaya menjaga fungsi lahan basah sekaligus memastikan sistem irigasi pertanian tetap berjalan optimal.
Ketua Formagat, Aep Supryadi, S.I.P, mengatakan bahwa peringatan Hari Lahan Basah Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem perairan dan lahan basah di wilayah pedesaan.
“Lahan basah memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk sebagai sumber irigasi pertanian dan pengendali banjir. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat kepedulian bersama terhadap lingkungan,” ujar Aep.
Menurutnya, saluran Dawuan Ciancang memiliki peranan strategis bagi para petani di Desa Utama. Jika aliran air tersumbat, maka akan berdampak pada distribusi air ke area persawahan, bahkan berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan.
Aep menambahkan, kolaborasi antara Gapoktan Giri Mukti dan Formagat menjadi bukti bahwa sinergitas antara kelompok tani dan pemuda sangat diperlukan dalam pembangunan desa.
“Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Giri Mukti, Dede Muhsinin Sapoetra mengatakan para petani yang tergabung dalam Gapoktan Giri Mukti menyambut baik keterlibatan pemuda dalam kegiatan tersebut.
“Mudah-mudahan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, tidak hanya saat momentum peringatan tertentu, agar kondisi saluran tetap terjaga,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong yang masih terpelihara, masyarakat Dusun Bojongnangoh optimistis saluran Dawuan Ciancang dapat kembali berfungsi maksimal.
“Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia kali ini pun tidak hanya menjadi seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Desa Utama,” pungkasnya. (Hendi)












