MPI, Ciamis Jabar – Ibu-ibu lansia tak selamanya hidup bahagia di hari tua. Ada yang sebatang kara tapi terawat. Tapi ada juga ibu lansia yang menjalani kesendirian tanpa keluarga. Inilah latar belakang kegiatan Nyaah Ka Indung yang digagas Brimob Batalyon D Pelopor Polda Jabar Cineam Tasikmalaya.
“Demi menghidupkan kembali kasih sayang kepada ibu lansia, dalam rangka memperingati HUT ke-4 Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya, pasukan Bhayangkara Brimob menggelar program Nyaah Ka Indung di Desa Mangkubumi dan Mendasari Kecamatan Sadananya serta terakhir di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Jumat, 5 Desember 2025.
Program Nyaah Ka Indung ini bekerjasama dengan H. Wahyu Durian Kujang. Kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Suryadi Gono Pamungkas,SH, Danton 2 Kompi 3 Yon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar.
Komandan Brimob Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya, Kompol Adjang Suhendar, SE, MM, melalui Danton 2 Kompi 3 Yon D Pelopor, IPDA Gono mengatakan, program Nyaah Ka Indung sudah berjalan satu tahun. Pada hari ini agenda berbagi Nyaah Ka Indung digelar di tiga desa sekaligus.
“Kami berbagi sembako sembako untuk lansia di Desa Mangkubumi, Bendasari Kecamatan Sadananya dan Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng.
“Ini adalah ekspresi rasa syukur atas ulang tahun Batalyon D Pelopor ke-4 dan sekaligus bentuk kepedulian kami terhadap ibu-ibu lansia,” ujarnya.
Menurut IPDA Gono, Batalyon D Pelopor Cineam Tasikmalaya pada tanggal 15 Desember 2025 tepat berusia 4 tahun. Untuk mengisi hari sakral ini Brimob Batalyon D Pelopor meluncurkan program Nyaah Ka Indung.
“Melalui program Nyaah Ka Indung, setiap anggota Brimob diharapkan bisa merasakan kepedihan dan penderitaan seorang ibu yang lanjut usia.
Brimob harus dekat dengan masyarakat sekitarnya, terutama seorang Ibu, ” ujar Gono.
Owner Durian Kujang, H. Wahyu menambahkan, pada hari ini kegiatan Nyaah Ka Indung banjir air mata, karena yang dikunjungi para lansia yang sakit parah dan lansia sebatang kara.
“Kami prihatin melihat keadaan Emak Odah warga Bendasari Kecamatan Sadananya yang ditelantarkan oleh keluarganya karena sakit parah. Dia ditempatkan di saung satu petak sempit tanpa kasur dan tidak layak huni, ini sungguh tidak manusiawi,” ujarnya.
Jurnalist : Misjun












