MPI, Ciamis, Jawa Barat – Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, tanggal 30 Mei 2024 didapatkan Pengumuman Hasil Penilaian Presentasi Proyek Investment Challenge 2024, dengan hasil Kabupaten Ciamis masuk kedalam 5 (lima) usulan proyek yang lolos ke tahap Project Expose.
Tanggal 6 Juni 2024 Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, menerima kunjungan dari Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat dalam rangka Kunjungan lapangan sebagai tahapan lanjutan.

Selanjutnya 13 Juni 2024 DPMPTSP, Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Dinas Peternakan (Disnakan) Kab. Ciamis melakukan diskusi dan koordinasi mempersiapkan bahan presentasi untuk Project Expose tersebut, Kabupaten Ciamis sendiri mengangkat potensi “Pembangunan Industri Pengolahan Ayam Ras Pedaging Terpadu”.
Perlu diketahui proyek tersebut dilaksanakan dalam rangka penggalian potensi investasi di Jawa Barat, sebagai rangkaian Road to West Java Investment Summit 2024 dengan tujuan meningkatkan Awareness dan kesadaran akan pentingnya investasi sebagai langkah krusial dalam mempromosikan pembangunan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan negara secara keseluruhan.
Ditemui seusai Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, membenarkan Ciamis berhasil meraih penghargaan Top 5 Project Investment Challenge 2024.
“Ya kemarin Jumat 28 Juli 2024 Pemkab Ciamis menerima penghargaan berupa plakat saat acara West Java Industrial Meeting (WJIM) 2024 di Ballroom Trans Studio Bandung,” ungkapnya.
Andang menjelaskan penghargaan tersebut adalah Proyek Investment Challenge 2024 dengan tema pembangunan industri ayam pedaging terpadu untuk di wilayah Jawa Barat.
“Proyek ini merupakan integrasi antara pembangunan rumah potong ayam, rantai dingin dan pengolahan daging ayam untuk dijadikan sumber makanan lainnya yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI),” jelasnya di Aula Setda, Senin (1/7/2024).
Lebih lanjut Andang menerangkan dengan berhasilnya proyek tersebut maka akan menarik banyak investor ke Ciamis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
“Sudah ada investor yang ingin menjajaki investasi di Kabupaten Ciamis diantaranya dari Inggris dan dua orang investor asal Jakarta,” terangnya.
Andang juga menyampaikan industri ayam sebagai pilihan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah mengingat Kabupaten Ciamis merupakan supplier ayam pedaging terbesar kedua di Indonesia, dengan populasi mencapai 130 juta ekor ayam pedaging.
“Kita sebagai pemasok ayam pedaging terbesar kedua disamping ketersediaan ayam juga bisa menyediakan lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.
Menurutnya, Konsumsi ayam pedaging untuk wilayah Jabodetabek tidak kurang dari 85% dan 15% lagi dikonsumsi masyarakat Ciamis.
“Tapi kita harus memiliki perubahan nilai, yang biasanya mensuplai ayam hidup semoga ke depan kita bisa mensuplai produk olahan atau minimal karkasnya,” tegasnya.
Untuk itu pihaknya akan bekerja sama dengan para investor dan Perumda untuk pembangunan kosturi atau rantai dingin sehingga dapat mencegah fluktuasi harga yang signifikan, menciptakan daging ayam yang sehat, karena daging ayam mudah terpengaruh oleh suhu ruang mudah rusak, kalau kita punya rantai dingin akan bisa mempertahankan kualitas daging ayamnya.
“Mudah-mudahan bisa dibangun semuanya, ya rumah potongnya, rantai dinginnya juga pengolahannya,” harapnya.
Rencananya jika semuanya jadi dibangun, akan difokuskan di Desa Ciharalang dan Desa Bojong Mengger. Luas tanah yang disediakan sekitar 478 hektar dengan nilai investasi diperkirakan Rp24,6 miliar dan masa pengembaliannya antara 4-6 tahun.
“Semoga dengan berjalannya proyek tersebut mampu memperkuat posisi Ciamis sebagai salah satu pemain utama dalam mengembangkan potensi ekonomi di Jawa Barat melalui inovasi dan investasi yang berkelanjutan, dengan tidak hanya mengedepankan aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan kesejahteraan masyarakatnya,” pungkasnya.












