Inovasi Pangan: Polsek Menyuke Terapkan Pupuk MIGO untuk Kebun Jagung Percontohan

MPI, Menyuke, Kalbar – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Kapolda Kalimantan Barat, Polsek Menyuke di bawah komando Kapolsek IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H. aktif melaksanakan kegiatan penanaman jagung serta penerapan inovasi pupuk organik MIGO (Mbah Goegel) di wilayah hukumnya. Rabu (7/5/25).

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Landak yang menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk wajib mengelola lahan pertanian seluas 4 hingga 5 hektar. Adapun penggunaan pupuk MIGO menjadi bagian dari strategi pertanian ramah lingkungan yang dapat meningkatkan produktivitas hasil panen jagung.

Pupuk MIGO tersebut diperoleh dari distributor resmi dan dibuat melalui proses pencampuran bahan:

Urea sebanyak 1 kg

Phosmit sebanyak 1 liter

Biop20002 sebanyak 1 liter

Campuran ini menghasilkan larutan sebanyak 20 liter, yang difermentasi selama 3 hari, kemudian melalui fermentasi lanjutan sebelum diaplikasikan ke lahan seluas 1 hektar.

Polsek Menyuke sendiri telah menyiapkan lahan seluas 4–5 hektar untuk penanaman jagung. Selain itu, terdapat pula lahan petani binaan seluas 30 hektar yang sebelumnya telah ditanami jagung dan kini turut mendapat pendampingan dari jajaran Polsek dalam hal perawatan serta penggunaan pupuk MIGO.

Kapolsek Menyuke, IPDA Aprianus Sabari Tampe, menyampaikan bahwa kebun jagung ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi petani lokal dalam memaksimalkan hasil pertanian menggunakan pupuk inovatif. Ia menambahkan, proses pertanian dari pembibitan hingga panen akan memakan waktu sekitar 75 hari.

“Kami berharap upaya ini dapat mendorong semangat petani dan meningkatkan hasil panen. Dengan cara ini, kita semua turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kalimantan Barat,” ujar Kapolsek.

Dengan semangat kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat, kegiatan ini menunjukkan komitmen Polsek Menyuke dalam mendukung program pemerintah dan kepolisian untuk menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.(Yuli)

Pos terkait