Kampanye Paslon Cagub Banten Andra Sony dan Dimyati di Kota Tangerang Tercoreng Money Politik

MPI, TANGERANG – Sosialisasi Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Banten, Andra Soni – Dimyati Natakusuma tercoreng akibat ulah Panitia Penyelenggara yang dianggap tidak Bertanggung Jawab.

Istilah, “Karena Nilai Setitik, Rusak Susu Sebelangga” karena kericuhan ditengah masyarakat yang hadir di acara tersebut meributkan sejumlah uang yang pernah dijanjikan oleh pihak panitia usai acara, sehingga menjadi indikasi dan dugaan adanya Money Politik sebelum mendapat no Urut dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara awak media masih berusaha coba menghubungi pihak Panitia dan Tim Pemenangan Pasangan Cagub Banten Andra Soni dan Dimyati.

Sosialisasi Calon Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati yang diselenggarakan di Alun-alun Cibodas Kota Tangerang yang diselenggarakan oleh Relawan Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) dihadiri langsung oleh Calon Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua team Pemenangan Raffi Ahmad (Sultan Andara) pada hari Sabtu kemarin (22/09) berhasil sukses dihadiri ribuan peserta tua muda yang di dominasi calon pemilih muda (milenial).

Namun sangat disayangkan setelah acara selesai, pihak panitia Penyelenggara dari relawan BISON dianggap ada melakukan Money Politik dan beberapa kejanggalan lainnya yang akan menjadi masalah dan mungkin juga akan mencoreng nama Paslon Gubernur Banten Andra Soni – Dimyati.

Dampak dan akibat dari ulah panitia itu diminta untuk bertanggungjawab atas janji kepada ratusan orang yang merasa tertipu oleh Pihak panitia penyelenggara karena ada yang menjanjikan sejumlah  uang untuk setiap para peserta yang bisa hadir selain diberikan 1 kaos.

“Saya diminta mengumpulkan orang di tengah acara itu, yang akan diberikan Kaos, voucher makan senilai Rp 10.000 dan uang saku senilai Rp 50.000,- / orang. Katanya sih banyak yang tidak dibayar, termasuk saya yang dikejar oleh massa yang telah saya kumpulkan di lokasi. Ada ratusan orang yang hingga saat ini ngejar saya menagih janji itu.” Ujar Amir dan Anggiat (Red-Patroli).

Perekrutan melalui team koordinator setempat menjadi dampak buruk, dan menimbulkan kerugian serta ketidak percayaan masyarakat kepada Paslon Gubernur Banten tersebut.

Dampaknya mengakibatkan kegaduhan antara team sebagai koordinator dengan para peserta yang telah direkrut terkait pertanggung jawaban yang belum juga dibayarkan hingga saat ini. Ada sekitar 500 orang yang menuntut janji tersebut.

Dalam keterangan yang kami himpun dari 5 orang koordinator yang merasa dirugikan dan menceritakan bahwa ada pihak panitia yang akan bertanggung jawab menyelesaikan perjanjian itu dan akan membayarkan kepada koordinator perekrutan.

“Ada kekurangan sebanyak kurang lebih 500 orang dari 5 koordinator senilai 500 x Rp 50.000 = Rp 25.000.000,- nilainya.” Ungkap koordinator sambil memberikan data nama-nama beserta nomor telepon peserta yang telah direkrut kepada awak media.” Ujar Anggiat.

Akan tetapi sejak selesai kegiatan sampai dengan berita ini diturunkan hanya ada janji-janji manis, tunggu dan tunggu baik ditelpon maupun di chat WA, sehingga menimbulkan kegaduhan dan saling curiga antara koordinator dengan para peserta yang direkrut untuk menghadiri acara Sosialisasi Andra Soni – Dimyati.

“Sangat disayangkan acara besar seperti Sosialisasi Calon Gubernur Banten Andra Soni – Dimyati yang dihadiri langsung oleh ketua Team Pemenangan Raffi Ahmad dan telah dihadiri ribuan peserta tercoreng oleh karena panitia banyak meninggalkan masalah termasuk biaya Sound System dan panggung pun belum dibayar, ditambah warung kopi yang notabene pedagang kecil juga di utang panitia sebesar Rp 198.00,- juga belum dibayarkan.” Pungkasnya.

Harapan para peserta yang dirugikan terutama dari 5 koordinator perekrutan dan pedagang kecil agar pihak panitia penyelenggara atau siapapun itu yang merasa berkepentingan dalam acara tersebut, jangan hanya memanfaatkan pada saat butuh tapi justru seharusnya bertanggung jawab dan saling menjaga kepercayaan agar mereka tetap percaya pada Calon Gubernur yang akan mereka pilih tidak salah.

( James007 )

Pos terkait