Ketua PWDPI NTB, Dinas Koprasi dan UMKM Segera Usulkan Pembubaran BMT AL Hasan

MPI, Lombok Timur – BMT AL Hasan yang tengah booming dan menjadi tranding topik di berbagai wilayah Lombok Timur, NTB kini semakin memanas, para anggota dan nasabah mulai geram kepada para manager yang ada di unit AL Hasan di semua wilayah, baik unit Sakra Timur Keruak, Rensing dan utamanya di Unit Selong hingga ke pusat AL hasan di Lenek.

Para Manager BMT AL Hasan yang tersebar di Lombok Timur ternyata masih hubungan saudara, yakni :

  1. Miq Ajiz Manager Unit Selong
  2. Hamidah Manager Unit Rensing
  3. Amir Manager Unit Keruak

Ketiga pemangku jabatan manager tersebut ikut bertanggung jawab atas keuangan yang diduga digelapkan dan disalahgunakan.

Ketiga Manager unit tersebut ada dibawah perintah Pimpinan Pak Hasan yang berada di Lenek.

Diketahui dana nasabah sekitar kurang lebih berjumlah puluhan miliyar disalahgunakan oleh keempat orang yang menjabat sebagai pimpinan juga manager pada unit di setiap wilayahnya.

Menurut keterangan ibu NA (Samaran), yang seorang mantan karyawan di Al Hasan, saat diwawancarai awak Media pada kamis lalu (31/08/2023) telah mengaku bahwa seluruh keuangan nasabah yang masuk diterima oleh manager yakni Miq Ajiz dan setelah itu saya tidak tau menahu uang hasil setoran nasabah itu dipergunakan kemana,” ujarnya.

“Yang saya ketahui hari ini, terang NA, ribuan nasabah yang tersebar di berbagai wilayah tengah menuntut uang tabungan mereka dikembalikan segera, sebab masalah BMT AL Hasan ini memang tengah menjadi viral menjadi tranding topik dan sangat hangat dibicarakan disana sini,”.

“Setau saya, sambung NA, pada unit BMT AL Hasan yang ada di Selong juga terkumpul tabungan warga dengan jumlah yang sangat fantastis dan mencapai milyaran rupiah dan hingga saat ini, belum ada satupun uang dari tabungan yang dikembalikan. Nah pertanyaan saya kok bisa ya, Tabungan orang yang sudah nyata diterima tiba-tiba hilang…?? dipergunakan untuk apa uang yang berjumlah milyaran itu..?” Ungkap NA.

Pada kesempatan lain, Bung Deni selaku Ketua DPW PWDPI NTB yang juga sebagai pendamping dari 2 orang marketing dan nasabah BMT AL Hasan menerangkan bahwa Kegiatan kerja BMT AL Hasan terbilang sangat kacau dan tidak ada pertanggung jawaban yang jelas.

“Bagaimana tidak manager yang mengelola unit-unit yang ada bukan orang yang memiliki kemampuan manajemen pada per koprasian, dan nampak sekali para manager yang ada terkesan abal-abal dan menyalah gunakan keuangan nasabah untuk kepentingan yang tidak jelas, sehingga mengakibatkan kerugian besar terhadap ribuan warga yang menjadi nasabah maupun anggota,” terang bung Deni

“Kegiatan BMT AL Hasan yang berkedok koperasi ini bisa diduga kuat hanya memanfaatkan uang-uang tabungan masyarakat dan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi para oknum pimpinan yang ada.” Jelasnya, Sabtu (2/9/2023).

“Untuk itu perlu tindakan tegas dari yang berwenang, baik itu aparat penegak hukum maupun lainnya, terutama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB yang memiliki binaan untuk mengusulkan pembekuan, dan bila perlu pembubaran terhadap koperasi-koperasi yang merugikan masyarakat banyak seperti BMT AL Hasan ini, karena jika tidak dikhawatirkan ribuan masyarakat yang merasa dirugikan bisa saja mengambil langkah singkat dan melakukan upaya upaya sendiri,” tegasnya.

Demi mencegah lebih banyak korban lagi yang bisa saja tertipu dengan BMT AL Hasan ini, langkah pembekuan atau pembubaran BMT AL Hasan ini harus segera dilakukan, mengingat BMT AL Hasan ini memiliki sangat banyak cabang, unit maupun usaha yang tersebar di NTB. Jangan sampai korban Al Hasan yang berkedok Koperasi ini bertambah dan muncul lagi di berbagai wilayah di NTB.

“Jika sudah dilakukan pembekuan atau pembubaran maka semakin cepat dilakukannya penyitaan seluruh aset, kekayaan yang dimiliki oleh BMT AL Hasan maupun oknum-oknum yang terlibat di dalamnya.” Imbuhnya.

“Pemerintah atau yang berwenang haruslah membantu masyarakat yang telah dirugikan, harus lakukan pengembalian dana tabungan mereka. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB harus segera mengambil lagkah tegas terhadap BMT Al Hasan ini sebelum lebih banyak lagi korban atau para oknum yang menyalahgunakan keuangan di BMT AL Hasan ini, jangan sampai mereka bisa bersembunyi dan lari dari tanggung jawab.” Tutup Deni.

Sumber : Tim
(**)

Pos terkait