MPI, Nanning, Tiongkok – 24 Juni 2025 – Acara pembukaan “Kunjungan Media Mandarin ASEAN ke Guangxi 2025” resmi diselenggarakan hari ini di Kota Nanning, Provinsi Guangxi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Media Harian Guangxi dan dilaksanakan oleh Pusat Komunikasi Internasional Guangxi, dengan menghadirkan lebih dari 10 jurnalis media berbahasa Mandarin dari negara-negara ASEAN seperti Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Mengusung tema “Kolaborasi Konten, Pengembangan Talenta, Berbagi Teknologi, dan Pertukaran Budaya”, kegiatan ini bertujuan membangun platform baru pertukaran media antara Tiongkok dan ASEAN. Melalui kerja sama media, kegiatan ini turut mendorong dialog mendalam antara Tiongkok dan ASEAN di bidang ekonomi, budaya, dan teknologi.
Dalam acara pembukaan, perwakilan media Mandarin ASEAN, Zhou Jinghe, jurnalis Sin Chew Daily Malaysia, menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini akan menjadi kesempatan untuk lebih memahami kekayaan budaya dan potensi pembangunan Guangxi, sekaligus memperluas kerja sama media antarnegara, serta mempromosikan Guangxi kepada audiens internasional.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para jurnalis media Mandarin ASEAN mengunjungi berbagai lokasi strategis, termasuk:
Perusahaan Terbatas Pelabuhan Informasi China–ASEAN, untuk memahami perkembangan konektivitas digital dan teknologi lintas negara;
Pusat Produk Unggulan China–ASEAN, yang menjadi ajang promosi produk khas negara-negara ASEAN;
Pameran Tetap China–ASEAN Expo, sebagai gambaran nyata kerja sama ekonomi regional.
Para jurnalis juga mengunjungi perusahaan teknologi inovatif di Nanning untuk melihat langsung penerapan kecerdasan buatan (AI), kerja sama lintas batas, serta aplikasi digital dalam pembangunan kota pintar.
Kegiatan pelatihan bertajuk “Kecerdasan Kolektif: AI Mendukung Komunikasi Internasional” turut diadakan, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi AI dalam produksi konten, strategi penyebaran, dan analisis audiens.
Tak hanya itu, para peserta juga mengikuti kegiatan budaya imersif melalui pengalaman warisan budaya takbenda (non-fisik), untuk merasakan langsung pesona budaya Guangxi.
Seluruh kegiatan ini bertujuan menampilkan kemajuan Guangxi dalam kecerdasan buatan, teknologi digital, kerja sama lintas batas, dan pelestarian budaya, serta memperkuat peran media Mandarin ASEAN dalam menyampaikan kisah Tiongkok – khususnya Guangxi – kepada dunia.
Dalam kesempatan ini, Pusat Komunikasi Internasional Guangxi juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan media Mandarin utama dari Kamboja, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam peliputan isu strategis, pertukaran konten secara reguler, inovasi dalam bentuk peliputan bersama, serta pengembangan platform pertukaran budaya multilateral. Inisiatif ini diharapkan memperkuat kontribusi media dalam membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok–ASEAN.












