Patroliindonesia.com Cilegon, Banten – Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cilegon, Banten Muhammad Haikal Kurniawan (15), tewas terseret kereta api.
Korban yang menggunakan sepeda motor langsung tewas tersambar saat melintasi perlintasan rel kereta api yang sudah bunyi, namun disinyalir korban tidak mendengar karna korban memakai earphone aktif saat menggunakan sepeda motor.

Menurut Kasat Lantas Kecelakaan terjadi sekira pukul 09.02 WIB di perlintasan kereta api Lingkungan Kubang Sepat, Citangkil, Cilegon. Korban diketahui hendak menuju sekolahnya di SMK Fatahillah menggunakan sepeda motor. Selasa, (11/10/2022).
“Melaju dari arah Jalan Raya Kubang Sepat menuju SMK Fatahillah, pada saat melewati perlintasan kereta korban (menggunakan earphone atau headset) tidak mendengar teriakan dari sekuriti dan tetap melaju sehingga tertabrak kereta api KA-424 jurusan Rangkas-Merak,” kata Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Yusuf Dwi Atmodjo.
Korban terseret sejauh 120 meter dari lokasi kejadian dan sepeda motornya terpental sejauh 20 meter dan Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian.
“Motor terpental sejauh 20 meter sedangkan pengendara terseret kereta sampai sejauh 120 meter, akibat dari kejadian tersebut Korban Muhammad Haikal Kurniawan mengalami luka-luka dan meninggal dunia di tempat kejadian,” ujarnya.
Petugas kepolisian yang datang langsung mengevakuasi korban dan langsung membawa korban ke RS Krakatau Medika Cilegon.
“Setelah oleh TKP, untuk penanganan akan segera dilimpahkan ke Unit Reskrim Polsek Ciwandan,” Pungkasnya. ( Ahmad )












