Lapas Kelas I Madiun Hadirkan Gus Lik diperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Patroliindonesia.com MADIUN – Pengertian Maulid Nabi Secara etimologis, Maulid Nabi Muhammad Saw bermakna (hari), tempat atau waktu kelahiran Nabi yakni peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw.

Secara terminologi, Maulid Nabi adalah sebuah upacara keagamaan yang diadakan kaum muslimin untuk memperingati kelahiran Rasulullah Saw. Hal itu diadakan dengan harapan menumbuhkan rasa cinta pada Rasululllah Saw.

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad Saw wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad Saw, dengan cara menyanjung Nabi, mengenang, memuliakan dan mengikuti perilaku yang terpuji dari diri Rasulullah Saw.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun bersama warga binaan pada Rabu pagi (12/10/2022) kemarin, tumpah ruah memadati masjid dan area sekitarnya guna mengikuti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan bertambahnya Iman dan Taqwa yang berimplikasi situasi yang kondusif di Lapas kelas I Madiun”.

Menghadirkan Dai kondang Madiun, Drs. KH. Nur Cholis (Gus Lik). Kegiatan diisi dengan melantunkan sholawat bersama serta kajian keislaman yang mengulik keteladanan Rasulullah SAW.

Kalapas Madiun, Kunrat Kasmiri dalam sambutannya mengajak kepada seluruh warga binaan dan petugas yang hadir dalam kegiatan tersebut agar memperbanyak bersholawat sebagai bukti kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mengharapkan syafaatnya di hari akhir kelak.

Sementara itu Gus Lik dalam ceramahnya menjelaskan terkait korelasi antara peringatan maulid nabi dengan upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan, serta meneladani kepribadian rasul sehingga dapat menjadi pribadi yang unggul dan berakhlakul karimah.

Dia juga tak lupa mengingatkan para warga binaan agar senantiasa bersyukur, mengingat keberadaannya di Lapas merupakan kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri, memohon ampunan atas segala kekeliruan yang pernah dilakukan dan mempersiapkan diri untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

“Patut disyukuri, lapas menjadi tempat terbaik untuk memperbaiki diri, jangan lagi berbangga dengan aib, mari berdoa agar Allah menutup aib kita dan mengampuni segala kesalahan kita,” pesan Gus Lik.

Saat diwawancara diskhir kegiatan Kalapas juga menyampaikan, “Kegiatan ini diluar diadakan, kitapun disini juga mengadakan. Tujuannya agar warga binaan ini masih bisa berbuat yang positif”.

“Kita harapkan setelah mereka keluar nanti tetap bisa berbuat kebaikan, seperti apa yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW”, tutupnya. (Ytm)

Pos terkait