PATROLIINDONESIA | TUBABA –
Sepekan menjelang bulan suci Ramadhan 1443 hijrah. Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melakukan monitoring di sejumlah toko ritel modern & Pasar.
“Hari ini Tim pengendali Inflasi Daerah melakukan monitoring, untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Tubaba, Suwardi,.SE, kepada patroli-indonesia.com Selasa (29/03/2020).
Lanjut dia, ada pun yang turun monitoring hari ini yakni, Bagian Perekonomian Asisten II, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Diskoperindag, BPS, Bulog, Ketahanan Pangan, Peternakan, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP.
Adapun lokasi tempat kami sidak, kami melakukan sistem acak dan rencana nya sidak tersebut akan dilakukan selama dua hari.
“Dalam sidak kali ini, di Pasar Dayamurni, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT) Kabupaten Tumijajar, kita menemukan ada produk sejenis borak yang kami temukan serta kami juga menemukan usus ayam yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi dan langsung kami musnahkan” paparnya.
Setelah Dinas peternakan turun menggunakan alat di temukan lah bahwa daging tersebut tidak layak dikonsumsi, sehingga pedagang tersebut mengambil lalu dimusnahkan.
“Untuk saat ini, bagi pedagang yang ditemukan menjual dagangan yang tidak layak dijual, kami berikan pembinaan terlebih dahulu karena pedagang pasar terkadang tidak tahu kualitas dagangan yang mereka jual,” terangnya.
Sementara itu, masih di tempat yang sama salah satu di antara pedagang sembako di pasar Modern Pulung, Ningsih (39) mengatakan, bahwa untuk saat ini harga barang sembako relatif standar, tidak ada kenaikan yang signifikan.
“Kenaikan barang sembako masih wajar, antara Rp.500 sampai Rp.1000 saja kalaw untuk harga cabe bisa ber ubah-ubah setiap hari nya tapi masih relatif standar,” imbuhnya. (Anp)












