Meski Banyak Disoroti Media dan Aktivis, Proyek DPUPR Provinsi Banten Penanganan Jalan Strategis Tetap Berjalan

Patroli-indonesia.com Kabupaten Tangerang – Kegiatan pembangunan jalan Rigiet beton di Perumahan kirana Surya, desa Pesanggrahan kecamatan Solear kabupaten Tangerang, terkesan menyimpang dari Bestek dan RAB yang telah ditentukan, diantaranya adanya dugaan penyempitan satu meter dengan panjang sekitar 10 (sepuluh) hingga 20 (dua puluh) meter. Lebar terbangun kemungkinan seharusnya empat meter.

Awak media yang ikut menyaksikan kegiatan pengecoran di malam kedua cukup kesulitan mengemas pemberitaan yang obyektif, dan akurat, terkait Volume, sumber anggaran dan besarannya, nama pagu kegiatan serta dinas yang menaunginya.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun awak media dari beberapa narasumber yang cukup dipercaya, menyampaikan informasi keterkaitan rangkaian kegiatan, guna konsumsi pemberitaan sebagai informasi publik yang obyektif dan akurat, namun keinginan para pewarta yang mengikuti jalanya kegiatan hingga malam kedua pembangunan jalan rigiet beton, Kontraktor pelaksana atau pelaksana kegiatan diduga ada unsur kesengajaan mengabaikan papan informasi kegiatan, “bahkan terkesan sudah menjadi satu kebiasaan, kegiatan yang dilakukan UPTD provinsi Banten, lebih sering mengabaikan pemasangan papan proyek, sebagai informasi penggunaan anggaran uang rakyat yang dipungut melalui pajak yang dibayarkan’. Tutur Erwin, ketua LBH kec Solear. Selasa (13/9/2022) dikutip dari media online (Audiexpos.com).

“Yang pada akhirnya menciptakan dugaan sumbang dalam isi pemberitaan”, imbuh Erwin.

Dari hasil ukur ketebalan beton, yang dilakukan awak media menggunakan alat ukur meteran dan benang bangunan dari tiga titik segmen yaitu, tiap 5 (lima) meter jarak panjang di dapat hasil yang diduga tidak sesuai bestek, ketebalan terukur tidak merata, dari 16 cm, hingga 19 Cm yang diduga menyimpang,

Termasuk pemasangan besi struktur dan besi dowel, diduga hanya terpasang tiap segmen (tiap lima meter), ketika disaksikan langsung pewarta.

Dari rencana pembangunan rigiet beton panjang 237 meter, lebar 4 (empat) Meter dan ketebalan beton rigiet 20 (dua puluh) cm, Lc (lantai kerja) 5 (lima) Cm, namun banya yang hanya 3 Cm saja.

“Mantan teknisi beton salah satu ready mix, yang tidak mau disebut namanya (Red) di lokasi kegiatan mengatakan, ” Terlihat sekitar 50 persen sudah terselesaikan pengecoran rigiet beton, sangat disayangkan perawatan beton terselesaikan tidak terlihat adanya perawatan beton atau curring, baik penyiraman air untuk meredam suhu panas beton, maupun penutupan dengan kain kasa yang dibasahi air, agar beton tidak mengalami keretakan rambut yang bisa mengembang menjadi keretakan yang melebar karena suhu yang berlebihan / panas,” Ungkapnya.

Lebih lanjut mantan teknisi beton menyayangkan langkah kontraktor pelaksana yang tidak melakukan pengetesan Slump (teknik uji kekentalan beton) tiap truk mixer yang akan dibongkar, termasuk pembuatan benda uji kubus maupun silinder yang di buat di lokasi proyek, hingga volume ke 42 meter kubik benda uji dibuat satu set, baik kubus maupun silinder, masing masing dibuat umur 7 (tujuh) hari dan 28 (duapuluh delapan) hari, itupun kondisi masih basah sudah di angkut oleh teknisi beron ke mobil bak teknisi.

Apakah mekanisme seperti itu bisa dipertanggungjawabkan kuat tekannya untuk mengetahui mutu beton K 300 ? Ungkap mantan teknisi beton yang ikut mengikuti jalanya kegiatan bersama awak media hingga tengah malam, Selasa (13/09/2022).

(Red/Tim)

Pos terkait