Pantaskah wartawan di sebut Pahlawan?

MPI – Lombok Timur,NTB – Patroli-indonesia.com – Sebuah pertanyaan yang yang jawabannya masih abstrak.
Raden Andi yang merupakan salah satu pengamat sosial menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap pejuang pena yang kerap di sebut wartawan ini,1/01/2023.

Bahkan tidak sedikit musibah menimpa para wartawan dengan kebiasaan para pihak saat si wartawan menjalankan tugas dan mencari nafkah untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya.

Profesi jurnalis atau wartawan adalah salah satu pilihan banyak orang dengan keterbatasan lapangan pekerjaan di negeri yang Fana ini. Kebijakan pemerintah yang tidak mengenakkan bagi pencari kerja di barengi tingkat persaingan dan sogokan yang tinggi menyebabkan generasi menjadi ngeri dan nyeri ungkap Raden.

Sambung Raden…”

Itulah salah satu penyebab media bertebaran di mana mana dan profesi wartawan di gandrungi. Mulai dengan istilah medis lokal, media online sampai media sosial.Bahkan dengan asumsi yang bervariasi dengan berbagai kriteria legal dan ilegal.

Tapi menurut pandangan Raden sebetulnya tulisan itu adalah sebuah karya besar yang hanya bisa di nilai oleh pembacanya.Apa bedanya dengan pelukis atau penggambar terangnya.cuman memang bedanya penulis kerangka hukumnya lebih lebar dan lebih menindas di banding hasil karya lukisan yang mungkin kebebasannya lebih luas

Seberapa besar jasa para jurnalis di Lombok Timur dalam mengawal pembangunan dari segala sektor dan sisi kehidupan tidak pernah ada yang mengkalkulasikan dengan timbal balik dari perbuatan dan upaya para wartawan, Namun hanya segelintir orang wartawan yang mampu memanfaatkan hasil produksi dengan cuan.Itupun tertutup rapi,dan kadang bikin iri.Bahkan tidak sedikit wartawan di Lotim pakai menejemen pengamen” nyanyi dulu baru receh” Ini sangat mirip lho tutur Raden.

Saya pribadi yang merupakan wakil ketua persatuan Wartawan yang juga jurnalis salah satu media mengharap pemerintah kabupaten Lombok timur melakukan pendataan empiris terhadap para penggiat median dan personal wartawan sekabupaten Lombok timur. Dan mulailah pandang mereka dengan dua mata dan jangan tebang pilih. Kalau ratusan wartawan yang ada di Lombok ini ngorayang maka saya pesimis pembangunan ini akan berjalan dengan baik, Segera bukakan ruang publik bagi wartawan yang ada di Lombok Timur dengan di iringi kesejahteraannya. Hapus menejemen ngamen itu dengan kesejahteraan yang realistis.

Den

Pos terkait