Pelayanan di RSUD Dr M Thomsen Nias Bertele-tele, Keluarga Pasien Ngamuk

MPI, NIAS – Keluarga pasien yang kunjung berobat di RSUD dr. M Thomsen Nias, Inisial AR Ngamuk, akibat tidak mendapat pelayanan oleh petugas dengan dalih tidak memiliki alat untuk USG. peristiwa ini terjadi berawal dari kurang adanya pelayanan pasien Tidak Maksimal. Sabtu (23/12/2023).

Kronologis terjadinya peristiwa ini saat Wartawan konfirmasi Keluarga Pasien (Suami) inisial AR menjelaskan, berawal saya jelaskan bahwa istri saya sakit dan dirujuk ke Poly guna di USG apa penyebab sakitnya.

Pada hari Jumat (22/12) sekitar jam 12 siang kami datang dan mendaftar di bagian pelayanan Poly, namun pada kesempatan itu dijelaskan bahwa jadwal dokter untuk visit dari jam 08.00 sampai jam 10.00 Wib pagi dan disarankan agar kembali besok pagi agar tepat waktu. “Mengingat sudah disarankan maka kami kembali ke rumah pada saat itu juga,” kata AR.

“Pada hari ini Sabtu tanggal 23 desember sekitar pukul 07:30 pagi, kami otw dari rumah menuju rumah sakit dan puji Tuhan sampai di Poly dalam keadaan sehat. Setiba di Rumah sakit saya dan istri langsung ke ruangan pendaftaran untuk melakukan registrasi Pendaftaran. Pada saat itu istri saya menyerahkan KTP dan rujukan dari Puskes dan diserahkan ke bagian administrasi pendaftaran.

Selanjutnya, Petugas mengambil KTP tersebut dan mengatakan bahwa Alat USG di rumah sakit sudah rusak dan terpaksa di pindah rujukan ke bethesda, supaya diurus lagi rujukan dari puskesmas ke bethesda.” Jelasnya.

“Saya sebagai suami dari pasien meminta dan memohon agar pasien minimal di cek apa penyebab sakitnya walaupun alat USG Rusak,” ungkap AR.

“Namun mereka beralasan dokter sedang sibuk, kemudian saya meminta minimal bidannya periksa sakit apa istri saya, dokter spesialis gak ada, minimal kami merasa tidak dilayani secara layaknya manusiawi. Malah mereka memanggil sekuriti 4 orang dan disitulah saya merasa kecewa dan tersinggung. Masa mereka mengatakan kalau kurang senang agar membuat pengaduan di bagian pelayanan masyarakat, akhirnya kami pulang dan tidak mendapatkan pelayanan secara medis.” Paparnya.

Akibat tidak adanya pelayanan ini tidak maksimal, keluarga pasien mengamuk sambil mengeluarkan kata-kata yang intinya mengkritik pihak rumah sakit yang dianggap kurang adanya pelayanan maksimal.

“Saya sangat kecewa dan kesal dengan pelayanan pihak RSUD dr. M Thomsen ini, masalahnya ini menyangkut nyawa manusia, jadi seharusnya pihak rumah sakit harus serius melayani masyarakat apalagi ini pelayanan di rumah sakit.

Dirinya menambahkan, atas kejadian tadi hendaknya menjadi contoh bagi seluruh rumah sakit agar tidak melakukan atau mengulangi hal yang serupa.” Imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengurai, hendaknya dengan kejadian ini, saya harapkan jangan terulang lagi dan ini juga menjadi contoh buruk bagi semua rumah sakit yang ada di tanah air ini,” pintar AR.

Dan terkait hal tersebut. Awak media mencoba konfirmasi direktur RSUD dr.M Thomsen Nias

Lewat via WhatsApp miliknya terkait yang di alami salah satu pasien yang tidak humanis, maka direktur utama dr. Noferlina Zebua mengatakan hal demikian.

“Sesuai prosedur, maka Wawancara tentang pelayanan RS ada prosesnya pak. Kalau urusan ke UPPM, itu hanya pengaduan saja dan selanjutnya akan diproses sesuai prosedur yang berlaku kalau Wawancara tentang pelayanan, harusnya dengan bidang pelayanan dan itu dilaksanakan di hari kerja manajemen.

 

Pada saat waktu yang sama awak media ini langsung konfirmasi kepada bagian Humas, Akreditasi, Hukum dan Kemitraan atas nama Benhard Dolok Pasaribu mengatakan kepada Wartawan. “Saya tidak bisa memberikan keterangan secara resmi hari ini, saya ada pimpinan yaitu Dirut dan saya juga mau memanggil stakholder yang di Rumah sakit,” tutupnya diakhiri.

(GL.ZEB)

Pos terkait