Pembagian BLT Desa Ngamprah Diduga Tidak Tepat Sasaran

Patroli Indonesia.com.

Ngamprah, Bandung barat – Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp. 300,000 per bulan bagi warga disaat Pandemi Covid-19. BLT diterima selama tiga bulan bagi keluarga miskin yang terdampak. Namun, penerimaannya dinilai masih banyak yang tidak tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya di Desa Ngamprah pada hari Jum’at (29/07/2022) Pemerintah Desa Ngamprah menyalurkan BLT Dana Desa, tapi sayang setelah penyaluran ada beberapa warga yang betul-betul layak, di coret dan di gantikan ke KPM yang di nilai mampu, punya penghasilan/gajih.

Kepada awak media Patroli Indonesia ada beberapa warga Masyarakat tidak mampu yang protes karena tidak mendapatkan BLT dari pemerintah Desa Ngamprah yang di salurkan pada hari Jum’at.

Sebut saja Madu warga Rt:04, Rw:01, ia warga tidak mampu mempunyai Nenek yang sudah jompo, menurut madu tadinya neneknya yang bernama jumirah tadinya pernah mendapatkan BLT dari Desa, tapi untuk pembagian kali ini tidak ada.

“Tadinya Nenek saya dulu mendapatkan BLT dari Desa, tapi sudah beberapa bulan tidak ada, pas tadi ada pembagian dari Desa tapi tidak ada panggilan”, ucapnya.

“Saya heran kenapa tetangga yang dekat yang mampu, punya gajih, masih muda masih mendapatkannya, sedangkan nenek saya udah jompo di coret”, katanya.

Masih dari warga Rw 01 juga, ibu oon tidak mendapatkan BLT padahal ia sudah tua juga dan tidak punya usaha.

“Emang tadinya pernah mendapatkan BLT tapi etah kenapa hari tadi tidak mendapatkan, tadinya saya sangat bahagia karena di Desa akan ada pembagian lagi BLT, tapi di tunggu sampai sore ga ada surat panggilan dari Desa”, ujarnya.

“Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah karena anak-anak sudah pada berkeluarga, jadi kalau ada bantuan BLT kami merasa bersyukur bisa dapat buat makan, ada buat beli beras”, tuturnya.

Terpisah masih dari salah satu warga yang membutuhkan bantuan tergolong tidak mampu ibu atun, ia juga sangat membutuhkan bantuan karena sudah tidak punya suami.

“Saya heran kenapa tadi pagi tidak mendapatkan BLT, padahal biasanya dapat, kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, karena kami sudah tidak punya usaha, semenjak suami meninggal”, katanya.

Terpisah tanggapan seorang tokoh Masyarakat yang kebetulan menantunya seorang ketua Rt. Beliau menceritakan menurutnya menantunya walaupun seorang ketu Rt, tapi tidak di libatkan untuk mendata warga mana saja yang layak mendapatkan bantuan.

“Kenapa warga di RW sini banyak yang tidak tepat sasaran karena ketua Rt tidak dilibatkan untuk mendata warganya, termasuk ke menantu saya, jadi yang mendata itu langsung dari ketua Rw berikut kader”, terangnya.

“Saya bukannya sirik atau apa gitu, tapi BLT ini dari pemerintah untuk warga yang tidak mampu, bukan untuk warga yang mampu dan masih muda lagi”, tandasnya

Demi pemberitaan berimbang awak media mencoba menghubungi Kepala Desa Ngamprah (Dede tariyah) Via WhatsApp beliau mengatakan pemerintah Desa hanya bertugas membagikan dari data yang di bawa para Ketua RW.

“Saya sebagai kepala Desa juga ingin keluarga penerima manfaat (KPM) tepat sasaran, seperti lansia jompo, warga nganggur, janda-janda tua itu ibu setuju”, katanya.

“Tapi kami disini sebagai Pemerintah Desa hanya bertugas untuk menyalurkan BLT dari data KPM yang telah di ajukan para Ketua RW”, ungkapnya.

Kepala Desa Ngamprah pun mempersilahkan untuk pembagian selanjutnya bagi warga yang tidak mampu atau lanjut usia yang tidak terdata agar mendaftarkan utuk tahap selanjutnya.

“Untuk warga lanjut usia, atau warga tidak mampu masih ada gelombang ke 3 ada 6 bulan lagi, silahkan agar mendaftarkan ke Ketua RW, jika sama Ketua RW ga di masukin, silakan datang ke ibu”, imbuhnya.

Kepala Desa Ngamprah pun berharap untuk tahap selanjutnya, penyaluran BLT bisa tepat sasaran dan akan memanggil semua Ketua RW yang ada di Desa Ngamprah.

“Harapan ibu kedepannya penerima BLT itu tepat sasaran karena program BLT ini untuk warga yang tidak mampu dan membutuhkan, sebagai contohnya orang jompo, janda tua, itu sudah jelas membutuhkan karena sudah tidak bisa mencari nafkah, InsyaAllah nanti akan ibu sampaikan di rapat bersama para RW”, pungkasnya.

(Asep cahyana)

Pos terkait