Pemprov Riau Gelontorkan Anggaran Dua Miliyar Lebih Untuk Normalisasi Sungai di Meranti

MPI, MERANTI – Sejumlah tiga titik lokasi pekerjaan normalisasi sungai yang saat ini sedang dikerjakan di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti.

Foto : Hasil Normalisasi Sungai Melati ( Foto: M.Khosir AMN/Patroli Indonesia )

Yaitu normalisasi saluran air sungai Melalui sepanjang 4.500 meter dan sungai Sendaur 5.750 meter serta sungai parit Kasan Desa Kedaburapat 1.750 meter kemudian sungai parit gantung Desa Kedaburapat sepanjang 1.750 meter, adapun ketiga paket pekerjaan tersebut dijadikan satu dengan volume sepanjang kurang lebih 14.000 meter dengan ukuran lebar dibagian atas 10 meter dan lebar bagian bawah 8 meter dengan kedalaman rata-rata sekitar 3 meter.

Nilai anggaran sebesar Rp.2.369.250.000.- Sumber anggaran tahun 2023 dari APBD Propinsi Riau, yang dilaksanakan oleh CV. Laksamana Putra Riau.

Melaui Sub Kontraktor pelaksana Rauf ketika dikonfirmasi saat berada di lokasi kegiatan mengatakan saat ini kami memang sedang melakukan kegiatan, yang jadi persoalan adalah terkait tempat WC Masyarakat yang berada di sepanjang sungai serta kabel listrik yang berserakan di tempat lokasi, hal ini terasa menggagu, pekerjaan takut nanti kabelnya tertindih dengan tanah galian.

“Dengan hal tersebut, Saya berharap kepada warga desa untuk dapat memberikan kerjasama untuk mengemas kabel itu dan lokasi WS warga yang berada di sepanjang sungai, agar dapat diperbaiki dengan demikian pihak kontraktor dapat bekerja dengan lancar.” Harap Rauf.

Sementara Kepala Desa Melai Sulaiman ketika ditemui di kantor DPMD Meranti, pada kamis kemarin (25/4/2023), ia mengatakan
“Saya memang sangat berterima kasih sekali kepada pihak Pemerintah Propinsi Riau, yang telah membantu menormalisasi sungai, memang hal itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar tidak lagi menghadapi masalah banjir.”Kata Sulaiman .

“Disamping itu, saya juga meminta kepada pihak kontraktor agar tanah galian tersebut dapat dibentuk tanggul menjadi jalan sebagai sarana warga supaya dapat dilalui menuju ke lokasi pertanian yaitu sawahan mereka.” Tutur kades Melai.

(M.Khosir AMN)

Pos terkait