Penampungan Sampah di Wilayah Barat Belakang Gedung TCC Cimone Kecamatan Karawaci Semeraut

MPI, TANGERANG – Kurang Koordinasi, pengurus gedung TCC Cimone dengan pihak DLH Kota Tangerang, mengenai pembuangan sampah di gedung TCC Cimone. Bekas Hajatan atau pesta di gedung tersebut sering kali terbengkalai alias tidak dihiraukan sehingga sampah bekas resepsi atau hajatan di gedung TCC Cimone tersebut menumpuk, seharusnya sampah-sampah tersebut tanpa kordinasi pun sudah harus diangkut oleh Truk sampah, sebab gedung TCC maupun DPLH sama-sama milik Pemerintah Daerah,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan nama.

Setelah dikonfirmasi oleh media salah satu dari Cleaning servis yang tidak mau disebut namanya juga, ikut mengatakan bahwa mereka sudah kordinasi dengan Supir mobil sampah yang milik DLH. Namun supir mengatakan mereka kalo ga dibayar ga mau diangkut sampah tersebut, sehingga sampah jadi menumpuk.

Gedung TCC ini milik Pemerintah Daerah dan disewakan untuk orang pesta pernikahan atau sebagainya, yang sifatnya komersial. “Seharusnya untuk pembuangan sampahnya pun sudah dipikirkan dan menjadi kewajiban pihak pemerintah atau dinas DPLH.

Dan setelah media menanyakan kepada salah satu supir Truk plat merah yang tidak mau disebut namanya jelaskan ini, “kami kalo dibayar sampahnya kami angkut, kalo tidak dibayar buat apa biarin aja,” ujar supirnya. Minggu (4/5).

Dan diarea penampungan sementara yang lokasinya dibelakang gedung TCC Cimone yang notabene gedung TCC tersebut disewakan oleh Pemda untuk orang pesta, terdapat 18 unit bentor swasta atau bernomer polisi plat hitam, yang mengoper sampah ke truk plat merah milik DLH Kota Tangerang, dan pada saat banyak nya tamu undangan bentor tersebut lalu lalang melalui gedung tersebut sehingga tercium aroma tidak sedap.

“Tolong dari pihak Dinas DLH segera menertibkan Bentor – Bentor plat hitam yang bermain dengan Supir truk DLH.” Tukas Warga.

Dan bersamaan dengan itu beberapa supir bentor Swasta yang jumlahnya cukup banyak tiap hari ada 18 unit bentor plat hitam, lebih banyak di banding bentor plat merah, media menanyakan pada mereka dan mereka mengatakan kami setor sama supir Truk perbulan Rp 500 Ribu.

Lebih lanjut ia terangkan lainnya, “belum lagi pengeluaran kami untuk ngasih roko dan minum sama pengurus, dan kernet Supir Truk.” ujar salah satu supir bentor swasta, setelah diamati media.

“Ternyata diantara bentar swasta ada yang dari wilayah manis jaya ada yg dari Cibodas,ini semua permainan pengawas kepada supir truk pengangkut sampah ujar salah satu supir bentar yang tidak mau di sebut nama nya,” ujarnya.

Disinilah kejanggalan yang kami temukan laporan dari salah satu supir bentor swasta yang tidak mau disebut nama nya mereka membayar perbulan lima ratus ribu bahkan ada yang satu juta perbulan kepada supir truk sampah,berarti masuk kantong pribadi
Sementara supir truk dibayar oleh APBD dan perawatan kendaraan nya pun di tanggung pemerintah daerah.

Sementara itu tumpukan sampah bekas orang pesta di belakang gedung TCC di dibiarkan begitu saja oleh supir truk, dan tidak mau di angkut sehingga bila hujan turun tercium bau busuk, sementara itu lokasinya persis di depan gedung MUI Kecamatan Karawaci, maka dengan itu tolong pihak dinas DPLH menertibkan supir Truk maupun supir bentor wilayah barat yang menolak mengangkut sampah dari gedung TCC Cimone tersebut ,,dan agar berkordinasi kepada pihak pengurus gedung TCC Cimone yang bersangkutan sebab apa pun itu sama – sama milik Pemerintah Daerah yang harus di kordinasikan oleh pengurus gedung Tcc Cimone.

Pos terkait