Patroli Indonesia, Bandung Barat – Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong percepatan pencairan bantuan sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako secara tunai. Kemensos bekerja sama dengan PT Pos Indonesia sebagai instansi penyalur. Salah satunya, di Aula Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung barat.
Kepada awak media Patroli petugas PT Pos Indonesia, Ramdhan (Sebagai korlap kecamatan Ngamprah) mengatakan telah membagikan Dana tunai Bansos BPNT ke empat Desa di Wilayah kecamatan Ngamprah yang bertempat di Desa Sukatani.
“Hari ini kami membagikan Dana tunai ke empat Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Ngamprah diantaranya, Desa Sukatani, Desa Ngamprah dan Desa Cimanggu, diantaranya Desa Sukatani 262 KPM, Desa Cimanggu 118 KPM, juga Desa Ngamprah 433 KPM, dan ini harus beres satu hari ini,” ujar Ramdhan.
Pada penyaluran hari ini menurut Ramdhan baru termin satu dari Bulan Januari, Pebruari dan maret jadi tiga termin kantor pos bagikan sebesar 600,000 Rupiah untuk per KPM jadi 1 Bulannya 200,000 Rupiah,” katanya.
Masih kata Ramdhan menambahkan sebagai korlap kantor pos hanya membagikan uang tunai sebesar 600 Ribu per KPM selama tiga Bulan dan tidak di potong
“Kami disini cuma bertugas membagikan dan ga ada yang lain, dan kami dari pihak kantor pos tidak ada potongan, kami bagikan 600 Ribu, per KPM. dan untuk besok kami bagikan tiga Desa juga yaitu, Desa Cimareme, Margajaya dan Cilame,” ungkap Ramdhan.
Terpisah ibu yanti keluarga penerima manfaat (KPM) berasal dari Desa Ngamprah semeringah karena baru kali ini menerima Bansos.
“Alhamdulillah baru kali ini mendapatkan Bansos, dan bantuan ini bisa memudahkan beban kami di saat pandemi, dan uang ini mau di belanjakan kebutuhan hidup,” ungkap yanti.
Yanti mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat juga pemerintah Desa yang sudah membantu beban Masyarakat.
“Terimakasih untuk pemerintah pusat pak presiden, juga pemerintah Desa yang sudah membantu beban kami, dengan bantuan ini kami merasa terbantu sekali,” Imbuh yanti.
Terpisah kepala Desa Sukatani Dede Supriadi saat memantau pembagian Bansos kepada awak media patroli menjelaskan bahwa untuk pembagian Bansos yang di gelar di Aula Desa Sukatani bukan hanya Desa Sukatani saja, tetapi ada Desa lain.
“Alhamdulillah pada hari ini jumat tanggal 25 Februari, ada kegiatan penyerahan BPNT yang di serahkan pihak pos secara tunai di Desa Sukatani, untuk hari ini ada tiga Desa, pertama Desa kami Sukatani, Ngamprah dan Desa Cimanggu,” paparnya.
“Mungkin tahun ini berbeda dengan tahun-tahun berikutnya, karena tahun dulu berupa sembako, hingga bisa di gunakan dengan kartu ATM BNI atau kartu BPNT, tapi sekarang itu melalui Barcode dari pihak pos dan yang menyerahkan juga dari pihak pos itu sendiri, Desa hanya memfasilitasi tempat dan sebagainya, jadi penyerahan uang tunai langsung pihak pos selama tiga Bulan, Januari, Februari dan maret di serahkan langsung ke KPM sebesar 600,000 Rupiah,” Alhamdulillah untuk Desa Sukatani sudah selesai, Cimanggu sudah tinggal ngamprah lagi berjalan,” terangnya.
“Tadi sebelumnya saya sudah ngasih arahan ke KPM sekian puluh orang di Aula Sukatani, sesuai edaran dari pemerintah pusat bahwa uang tersebut harus dibelikan sesuai aturan yang ada yaitu sembako, jangan sampai uang tersebut diberikan bermacam-macam tetap harus sembako, apalagi untuk buat bayar utang, harus sesuai dengan aturan yang ada, mau di belanjakan ke agen/warung mana saja silakan,” kata Dede.
“Yang penting, Lanjut Dede, Gunakan uang tersebut buat belanja sembako, walaupun sedikit tapi minimal bisa mengurangi beban Masyarakat yang sementara ini masih ada wabah virus Omicron, ucap Kades Sukatani.
Kepala Desa Sukatani berpesan kepada para ketua RW atau ketua RT supaya tidak ada pemotongan atau meminta ke para KPM dengan dalih apapun.
“Saya sering berpesan, menjelaskan kepada ketua RT/RW ataupun Masyarakat bahwa uang bantuan Bansos atau apapun itu, tidak boleh ada potongan ataupun memotong, meminta kepada KPM, baik pemerintah Desa, ketua Rt-Rw maupun siapa saja, itu mutlak hak Ibu-Bapak yang terdata dalam KPM tersebut, sudah dari dulu, Alhamdulillah di Desa Sukatani tidak ada pemotongan sepeserpun, utuh per bulan 200 Ribu, tiga Bulan 600 Ribu, Khususnya Desa Sukatani yang saya pimpin,” Imbuhnya.
“Terimakasih buat semuanya rekan media juga Saya ucapkan terimakasih telah bekerja sama dengan baik, bersinergi antara media dengan pemerintah Desa mudah-mudahan Sukatani di kepemimpinan Saya kembali lebih baik, lebih maju di masa yang akan datang,” Pungkasnya. (Asep cahyana)












