Petani Milenial Desa Munggut Sukses Menjual Gabah Dengan Harga Tinggi

MPI | NGAWI ~ Pertanian di Indonesia akhir-akhir ini menggeliat, menjanjikan masa depan yang cerah. Terbukti harga jual gabah dapat mencapai Rp. 7.200,- (19-11-2025) untuk jenis padi IP32. Tak hanya itu dengan transfer ilmu pertanian yang saat ini mudah didapat berakibat pada biaya produksi yang dapat ditekan semaksimal mungkin, memungkinkan kesejahteraan petani akan segera terwujud.

Namun semua itu tentu menyisakan beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi para petani saat ini. Salah satu kendala yang dihadapi petani adalah kurangnya minat generasi muda di bidang pertanian. Selain tidak punya lahan pertanian sendiri generasi muda saat ini cenderung memilih bekerja di tempat – tempat yang notabene “bersih” seperti bekerja sebagai karyawan swasta ataupun menjadi Abdi negara. Padahal menjadi petani saat ini tidak kalah menjanjikan meskipun terlihat “kotor” karena bergelut dengan lumpur.

Bacaan Lainnya


Sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, hari Rabu tanggal 19 November 2025 Pemerintah Desa Munggut, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi mengadakan pelatihan petani milenial tentang teknik semai benih padi sistem kering. Hadir sebagai narasumber SUWOTO S.P. dari Balai Produksi Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) Ngawi.

Sedangkan sasaran yang di bidik adalah para petani muda yang tergabung dalam seluruh Kelompok Tani (Poktan) di Desa Munggut. Salah satu target yang ingin dicapai dari pelatihan petani milenial ini adalah menekan biaya produksi dan mencapai swasembada pangan dengan sistem empat kali tanam dalam satu tahun.

Mengapa pembuatan benih sistem kering dapat menekan biaya produksi ??
Banyak faktor yang mempengaruhi penyebab pembuatan benih sistem kering dibandingkan sistem semai basah di sawah. Mulai dari perbedaan pengolahan lahan atau media benih, kebutuhan tenaga kerja, pemeliharaan dari serangan hama, penggunaan pupuk yang lebih efisien serta efisiensi waktu yang dibutuhkan. Beberapa hal tersebut yang menyebabkan pembuatan benih sistem kering dapat menekan biaya produksi pertanian. Selain pelatihan tersebut Pemdes Desa Munggut, juga membagikan pil pembasmi hama tikus atau rodentisida. Masing-masing Poktan mendapatkan 4 botol ukuran satu kiloan untuk dibagikan kepada masing-masing anggotanya. Dua kegiatan tersebut menjadi bukti kepedulian Pemerintah Desa Munggut di bidang pertanian.
(DH)

Pos terkait