Rawan Kecelakaan dan Tanah Longsor, Jalur Wisata Bromo via Kabupaten Malang Butuh Pelebaran

Foto : Jalan ke Bromo via desa Ngadas, kabupaten Malang, sering longsor setiap musim penghujan.

MPI, Malang – Desa Ngadas kecamatan Poncokusumo kabupaten malang adalah salahsatu desa wisata yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) menjadi akses utama menuju gunung bromo, gunung semeru.

Namun jalan kawasan wisata unggulan nasional itu setiap tahun memiliki tradisi yang tidak mengenakkan dengan adanya kejadian tanah longsor pada tiap musim penghujan.

Foto : Bupati Malang dialog dengan petani kentang dusun Jarak Ijo, desa Ngadas, kecamatan Poncokusumo, kabupaten Malang, usai peresmian Screenhouse.

Musibah tanah longsor ini dirasa sangat menyulitkan pemerintah dan warga desa Ngadas karena akan menggangu aktifitas masyarakat dan para wisatawan.

Mujianto, kepala desa Ngadas kecamatan Poncokusumo menyampaikan kepada awak media. Pemerintah daerah semestinya segera memprogramkan pelebaran jalan dan pemotongan tebing yang sangat membahayakan pengguna jalan. “Sekalipun wilayah TNBTS, pelebaran sangat dimungkinkan untuk mengurangi resiko kecelakaan lalulintas, bencana tanah longsor dan untuk kenyamanan pengguna jalan yang setiap hari lalu lintas. Wisatawan yang semakin padat, terutama pada hari-hari libur,” ujar Mujianto.

Di sela-sela kunjungan Bupati Malang, HM Sanusi pada acara sambang desa ke dusun Jarak Ijo desa Ngadas, Rabu lalu (15/01/2024). Mujianto menyampaikan tentang padatnya lalu lintas kunjungan wisata ke gunung bromo, untuk itu perlu adanya pembangunan jalan tembus antara dusun Jarak Ijo, Bukit Galaksi sampai ke Jemplang dan meminta juga kepada bupati agar jalan desa tersebut ditingkatkan statusnya menjadi jalan kabupaten dengan panjang ruas jalan sekitar 6 km.

Kemudian H.M Sanusi pun berjanji akan mengupayakan pembangunannya dan akan diusulkan ke kementrian PUPR, karena anggarannya sangat besar.

Dalam kunjungannya tersebut Bupati Malang H.M Sanusi juga meresmikan bangunan screenhouse untuk pengembangan benih kentang G-0 varietas granola kembang yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 yang bersumber dari APBN yang jumlahnya Rp. 500 juta.

Irjoko utomo ketua kelompok tani bromo penerima bantuan tersebut mengatakan, bantuan tersebut sangat di butuhkan oleh petani kentang dusun Jarak Ijo dan desa Ngadas, karena benih kentang yang selama ini di tanam petani sudah sudah tidak ketemu generasinya.

“Diharapkan dengan pengembangan benih ini akan meningkatkan produksi kentang desa Ngadas dan memperbaiki ketahanan fisik tanaman terhadap serangan hama penyakit,” ujar Irjoko.

( Fauzi )

Pos terkait