Rusuh terulang kembali di tanah Rempang 8 warga jadi korban oleh oknum PT MEG

MPI, Batam – Rempang terulang lagi. Delapan warga jadi korban keberingasan para preman PT MEG, Sabtu (21/12/2024).

Organisasi Masyarakat (Ormas) Panglima Bungsu Laskar Boedak Melayu Nusantara mengecam keras atas aksi premanisme dan anarkis penjaga lahan PT MEG di Rempang.

“Seolah-olah mereka sudah benar-benar tidak ada sifat kemanusiaan lagi, seolah-seolah mereka merasa kuat dan punya Backup oleh Taipan pengusaha sembilan Naga yang berkuasa negri ini. Tapi ingat ini tanah Melayu, kami orang Melayu tak usik siapa pun yang datang ketempat kami nak cari hidup atau nak berkeje, nak buat usahe tak masalah dengan kami carilah makan di negri kami, di tanah kami, berteduh lah dibawah langit tanah kami sepuas-puas Nye, tapi hari ini Rempang berdarah terulang lagi. Saye selaku ketua organisasi Panglima Bungsu Laskar Boedak Melayu tidak duduk diam.” Tegasnya.

Lebih lanjut ia paparkan dengan ucapan marahnya sang Ketua. “Mike bole pinjak orang kami, mike tumpah darah orang kami di tanah Melayu. Cam cakap saye, lebih baik saye mati berdiri, ketimbang hidup berlutut. Ingat itu antek-antek PT MEG yang masuk dan berpijak kaki di Rempang. Saye ketua organisasi Panglima Bungsu Laskar Boedak Melayu Nusantara punya pepatah. Sekali layar terkembang pantang untuk digulung walaupun kapal akan mau tenggelam.” Ungkap Ketua Organisasi.

“Saya mintak kepada seluruh pemangku adat Melayu Kepri. Dari gelar kesultanan linga Riau dan Kesultanan siak dan Raja-raja Riau Kepri, datok-datok dan juga para Panglima dan Hulubalang henti dan usir para antek-antek PT MEG yang masih ada di Rempang.” Pungkasnya.

(Al Amin)

Pos terkait