Santunan Yatim dan Doa Bersama di Hari Ulang Tahun Dirut JNE Mohammad Feriadi Soeprapto

MPI, JAKARTA — Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai peringatan ulang tahun Direktur Utama JNE, Bapak Mohammad Feriadi Soeprapto, yang berlangsung sederhana namun sarat makna.

Kegiatan ini dirangkai dengan santunan anak yatim dari Yayasan Al Makmur, doa bersama, serta tausiah keagamaan, sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan hidup dan amanah kepemimpinan yang diemban.

Sebanyak 10 anak yatim hadir penerima santunan, didampingi langsung oleh pimpinan Yayasan Al Makmur.

Penyerahan santunan dilakukan secara langsung disambut dengan senyum haru para anak-anak, yang menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan di tengah kesibukan dunia usaha.

Dalam sambutannya, Bapak Mohammad Feriadi Soeprapto menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Allah SWT serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendoakan dan membersamai langkahnya selama ini.

“Momentum ulang tahun ini bagi saya bukan sekadar bertambahnya usia, melainkan pengingat tentang tanggung jawab yang semakin besar. Amanah kepemimpinan adalah titipan Allah SWT, yang harus dijalankan dengan kejujuran, ketulusan, dan keberpihakan kepada nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya. Selasa, (3/2/2026).

Ia menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim bukanlah seremonial semata, melainkan komitmen moral untuk terus menebar manfaat.

“Kami meyakini bahwa keberkahan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi dari sejauh mana keberadaan kami mampu memberi arti dan harapan bagi sesama, khususnya anak-anak yatim yang merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya dengan nada penuh ketulusan.

Pimpinan Yayasan Al Makmur Ibu munawaroh dalam pernyataannya mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan keluarga besar JNE.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim binaan kami. Santunan ini bukan hanya bantuan materi, tetapi juga penguat mental dan spiritual bagi mereka agar tetap optimis menatap masa depan,” ungkapnya.

Suasana semakin mengharukan ketika disampaikan pesan dan doa dari ibunda tercinta, Ibu Hj Nuraini Soeprapto istri almarhum H. Soeprapto Soeparno, yang saat ini berada di Singapura dan tengah dalam kondisi kurang sehat. Melalui Telpon WhatsApp yang di Dengarkan di hadapan para hadirin, Ibu Hj Nuraini menyampaikan doa tulus bagi putra tercintanya.

Melalui Telpon WhatsApp, sang ibunda menyampaikan doa tulus dan harapan terbaik untuk putranya.

“Ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kelapangan hati dalam setiap langkah dan amanah yang kamu jalani. Ibu juga mohon doa agar segera diberi kesembuhan,” demikian pesan Ibu Hj Nuraini Soeprapto, yang membuat suasana seketika hening dan penuh rasa haru.

Sementara itu, pak Samsul Djamaluddin, selaku Pimpinan QAGC Group Head, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan keteladanan kepemimpinan yang humanis dan berlandaskan nilai keimanan.

“Apa yang dilakukan Bapak Mohammad Feriadi Soeprapto hari ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang tidak melupakan nilai sosial dan spiritual. Santunan anak yatim, doa bersama, serta penghormatan kepada orang tua adalah fondasi kuat bagi keberkahan usaha dan kepemimpinan,” ujar Pak Samsul Djamaluddin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha untuk menjadikan momentum serupa sebagai budaya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di satu momen, tetapi menjadi inspirasi berkelanjutan bahwa kesuksesan sejati harus dibarengi kepedulian dan empati,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan tausiah dan doa bersama yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Aswah Faisal. Dalam tausiahnya, ia menekankan makna syukur, bakti kepada orang tua, serta pentingnya menjadikan jabatan dan harta sebagai sarana ibadah.

“Kesuksesan sejati bukan terletak pada tingginya jabatan, melainkan pada seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan. Doa orang tua adalah pintu langit yang paling cepat dikabulkan, maka rawatlah dengan bakti dan ketulusan,” tutur Ustadz Aswah Faisal.

Doa bersama dipanjatkan untuk keberkahan usia dan kepemimpinan Mohammad Feriadi Soeprapto, kemajuan JNE, kesejahteraan anak-anak yatim, serta kesembuhan terbaik bagi Ibu Nuraini Soeprapto.

“Doa ibu adalah pintu langit. Ketika seorang anak berbakti dan berbagi kepada sesama, Allah akan bukakan jalan kebaikan dari arah yang tidak disangka-sangka,” tutur Ustadz Aswah Faisal.

Peringatan ulang tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati yang bersyukur, kepedulian terhadap sesama, serta bakti yang tulus kepada orang tua.

Acara berakhir dalam suasana penuh kekeluargaan, ketenangan, dan harapan, meninggalkan pesan kuat bahwa kepemimpinan yang baik lahir dari hati yang bersyukur dan kepedulian yang nyata terhadap sesama.

Zakaria (Bang Zeck)

Pos terkait