Satgas Mati Lampu di Lahat Tutupi Ketidakmampuan Atasi Gangguan Listrik PT PLN

MPI, Lahat – Pembentukan Satgas. Mati Lampu oleh PT PLN bersama Pemkab Lahat pada Mei 2024 ternyata menuai kontroversi. Meski telah disertai penandatanganan MoU dengan PJ Bupati Lahat sebelumnya, M. Farid, Sstp MSI Tanggal 22 Juni 2024 lalu, satgas ini di duga hanya akal-akalan PT PLN untuk menutupi ke tidak mampuannya dalam mengatasi gangguan jaringan listrik yang sering padam.

Sejak tiga minggu terakhir, warga Lahat kembali harus berhadapan dengan pemadaman listrik yang sangat lama dan berulang kali terjadi. Padahal, PT PLN telah menebas banyak batang pohon di pinggir jalan yang sebelumnya dijadikan alasan utama terjadinya mati lampu.

“Kita sudah bosan dengan alasan yang sama dari PLN. Pohon-pohon sudah ditebang, tapi mati lampu masih saja terjadi,” keluh Mek (38) salah satu warga Lahat yang merasa kecewa.

Pembentukan satgas ini awalnya diharapkan bisa menjadi solusi jitu dalam mengatasi masalah listrik di Lahat. Namun, kenyataannya, pemadaman listrik yang terjadi justru semakin sering dan berlangsung lama, menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

“Saat MoU ditandatangani, kita semua berharap ada perbaikan signifikan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mati lampu semakin sering dan tidak ada penjelasan jelas dari pihak PLN,” ungkap Aliman (55) tokoh masyarakat setempat.

Kondisi ini menimbulkan ke kecewaan dan di kalangan warga yang merasa bahwa satgas tersebut hanya merupakan upaya untuk meredam kritik sementara, tanpa solusi nyata untuk memperbaiki jaringan listrik.

“Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya sekadar pembentukan satgas yang ternyata tidak efektif. PLN harus bertanggung jawab dan segera mencari solusi untuk masalah ini,” tegas Par seorang warga Perum Griya Rivari kota Lahat

Sebelumnya, Teguh Aang Harmadi selaku Manajer PLN UP3 Lahat saat pelepasan kegiatan GOES’R Road To Zero Gangguan PLN bulan,pada tanggal 22 Juni 2024 di halaman kantor Pemkab Lahat laly menyampaikan, GOES’R atau Gerakan Operasi Eksekusi Serentak Berbasis Risk-Based Maintenance target fokus eksekusi pada kegiatan hari ini yaitu penyulang Gemini dan Scorpio jurusan Aster sehingga dapat mengatasi gangguan Listrik dimasyarakat.

“Kesiapan personil yang dikerahkan selama kegiatan sebanyak 68 orang. Personil terdiri dari 52 personil PLN pegawai dan 16 orang petugas pelayanan teknik dilengkapi kendaraan pendukung operasional terdiri dari 8 unit mobil operasional Kabupaten Lahat,” ungkap Aang.

EDITOR: ROBBY, MPI, LAHAT

Pos terkait