MPI, Ciamis Jabar – SDN 1 Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan “Pabukon”, yang dalam bahasa Sunda berarti perpustakaan.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali minat baca siswa yang saat ini dinilai mulai memudar akibat pengaruh gawai dan perkembangan teknologi digital. Jumat, (06/02/2026).
Inisiatif pembuatan Pabukon tersebut digagas langsung oleh Kepala SDN 1 Sukasenang, Yuyu Wahyu, S.Pd. Ia menilai bahwa kebiasaan membaca buku harus ditanamkan sejak dini, terutama di tingkat sekolah dasar, sebagai pondasi penting dalam membentuk karakter, wawasan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Menurut Yuyu Wahyu, S.Pd, Pabukon tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang edukatif yang ramah dan menyenangkan bagi siswa. Dengan suasana yang nyaman dan koleksi buku yang beragam, diharapkan siswa terdorong untuk lebih sering membaca, baik saat jam pelajaran maupun di waktu luang.
“Kami melihat minat baca anak-anak saat ini semakin berkurang. Oleh karena itu, Pabukon ini dihadirkan sebagai upaya nyata sekolah untuk mengajak siswa kembali mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari,” ujar Yuyu.
Pabukon SDN 1 Sukasenang dilengkapi dengan berbagai jenis buku, mulai dari buku cerita anak, buku pengetahuan umum, buku pelajaran pendukung kurikulum, hingga bacaan yang mengandung nilai-nilai karakter dan kearifan lokal. Penataan ruangnya dibuat sederhana namun menarik, sehingga siswa merasa betah berada di dalamnya.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari salah satu tenaga pengajar SDN 1 Sukasenang, Aceng Suparman. Ia menilai bahwa gagasan Kepala Sekolah tersebut sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini, di mana budaya membaca mulai tergeser oleh penggunaan perangkat digital.
“Pabukon ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali budaya literasi di sekolah. Dengan membaca buku, siswa akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada gawai,” ungkap Aceng.
Selain menyediakan fasilitas perpustakaan, pihak sekolah juga berencana mengintegrasikan Pabukon dengan berbagai program literasi, seperti kegiatan membaca bersama sebelum pembelajaran dimulai, pojok baca di setiap kelas, serta lomba-lomba yang berkaitan dengan literasi.
Melalui hadirnya Pabukon, SDN 1 Sukasenang Sindangkasih berharap dapat melahirkan generasi siswa yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan yang kuat. (Hendi)













