MPI, Kota Tangerang – SMAN 1 Tangerang yang dikenal juga sebagai sekolah favorit.
Selain keberadaannya tercatat sebagai sekolah tua, SMAN 1 Tangerang juga menjadi gudangnya siswa berprestasi.
Pada Senin, (20/05/2024). Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tangerang Drs. H. Arsil, MM mengatakan, pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh guru SMAN 1 Tangerang. Dimana, sekolah bisa memberikan pembinaan dan motivasi, dan sangat memprioritaskan pengembangan potensi siswa baik di bidang akademik dan non akademik.
“Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mendidik, menjadikan siswa siswi meraih prestasi gemilang dengan kualitas sumber daya manusia yang handal. Siswa siswi harus memiliki kedisiplinan, berbudi pekerti yang baik, serta punya kepedulian sosial dan lingkungan yang besar. Alhasil banyak lulusan SMAN 1 Tangerang yang menjadi orang hebat, seperti jadi pejabat, menteri, dokter dan sebagainya.” Jelasnya.
Akan tetapi sedikit ada kendala kelulusan di tahun ini dalam penerimaan di beberapa Universitas Negeri dengan merugikan anak anak lulusan pertama tahun ini, kebijakan kurikulum merdeka, seluruh pelajar tidak mendapatkan perhatian dari dunia kampus lewat jalur SNBP (Undangan).



Kepsek Arsil berharap perhatian khusus dari Direktorat Kementrian Pendidikan. Agar pihak kampus merespon dari sistem undangan bakat prestasi siswanya.
“Dari kekhawatiran ujian tulis berbasis komputer yang belum diumumkan sampai saat ini, sehingga disinyalir semua kampus memproduksi soal dari kurikulum 13 yang menyebabkan bisa dua kali anak-anak kami dirugikan dan masyarakat akan menuding, seolah-olah pihak sekolah yang tidak memberikan pelayanan yang baik.”
kata Arsil dan lebih lanjut ia menjelaskan.
“Contoh bukti kongkret di malam 27 berkomunikasi dengan pihak kampus ITB ada progres yang mengumumkan 2 (dua) orang siswa yang diterima bisa menambah jadi delapan orang, sayangnya tidak diikuti oleh kampus-kampus lain. Itulah sangat disayangkan sekali.” Papar Kepsek yang terlihat sangat berantusias membela hak para siswa siswinya.



“Diharapkan sistem pendidikan berjalan sesuai kurikulum merdeka, maka dari itu Kementrian dan Direktorat diminta untuk serius menangani hal ini. Mengingat di tahun depan agar tidak terulang kembali menurunnya persentase di sekolah kami.
Karena walaupun 40% dari jumlah siswa, eligible, SNBP adalah gengsi prestasi dari sekolah, dimana taruhannya adalah harga diri.” Ungkap Arsil dengan penegasannya.
Di akhir wawancara eksklusif dirinya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan provinsi Banten yang menurutnya sebagai Tokoh Berintegritas Tinggi serta Intelektual yang mendapatkan apresiasi dari kalangan guru dan masyarakat. “Ucapan Terimakasih saya Kepada Bapak Haji Tabrani selaku Kadisdik provinsi Banten dan selaku Tokoh Pendidikan yang sangat Berintegritas serta selalu mendapatkan apresiasi dari jajaran beserta para guru, khususnya di Sekolah kami ini.” Ucap Kepsek Arsil.
Kemudian ucapan yang sama dihaturkan teruntuk Pemerintah Daerah di tingkat 1 Banten yang dianggap telah berkomitmen berbagai kontribusinya dalam memajukan dunia pendidikan dan kepada masyarakat yang berpartisipasi di dunia pendidikan.
“Semoga pendidikan menjadi prioritas utama khususnya di SMAN 1 Tangerang bisa dan mampu menjadi yang terbaik di provinsi Banten sehingga dunia pendidikan di provinsi Banten menjadi pendidikan terbaik di kancah nasional.” Pungkasnya.
( Andy Rae )












