Achmad Sujana Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Wartawan Independen Indonesia
MPI | TANGERANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dinilai Bobrok oleh celotehan beberapa tokoh publik juga kini di-Kritik keras juga oleh Joe’na selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII). Ia juga menegaskan kepada awak media bahwa dirinya turut memantau kegiatan SPMB/PPDB tahun ajaran 2025.
Kebobrokan sistem Pendidikan di Banten dan SPMB 2025 banyak indikasi rencana buruk yang perlu dipantau dan dikoreksi dengan tegas.
Hal itu juga ketus dinyatakan oleh Sekjen DPP AWII yang bernama Achmad Sujana. Dan inilah salah satu berita yang tayang dan viral di Media Sosial (Medsos) dan di Media massa. Cek link berita dibawah:
Dilansir dari beberapa media massa dan pemberitaan, ada banyak kebobrokan yang tengah dipaparkan terkait titipan para Pejabat. Bahkan dugaan permainan dimulai oleh titipan dari Panitia SPMB.
Yang lebih berbeda, ada sistem sekolah Gratis dari Pemerintah Provinsi Banten yang memberikan Subsidi Sekolah Gratis dengan bekerjasama Sekolah Swasta.
Disisi lain Joe’na mengkritik konflik yang menjadi dilematik dan sistemik yang anti munafik di Disdik (Dinas Pendidikan).
“Saya melihat setelah Executive baru ini, pas dengan momentum Pendidikan juga yang kemungkinan mengatur Sistem di sektor Pendidikan juga. Penempatan Plt. Lukman yang langsung ditunjuk koalisi untuk menempati jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banten langsung mengatur banyak hal, seperti Sekolah di Swasta dengan Pembiayaan dari APBD Banten, dari anggaran tahun berapa?” Papar Joe’na mulai mengkritik pedas.
“Apa sudah pernah Legislatif membahas program Gubernur Banten untuk SPMB? Komisi berapa yang membuat Keputusan Anggarannya?” Imbuhnya.
Ketentuan pada Program Pemerintah di Banten Seharusnya dibahas dalam kajian tehnik yang lebih mendetail oleh DPRD, dalam hal pendidikan khususnya apakah itu tidak akan menjadi polemik publik.
“Komisi membawahi bidang Pendidikan harus saya pertanyakan terkait sistem di SPMB dan Sekolah Gratis, apalagi idealis terdengar omon-omon Gubernur Andra Soni yang bilang Sistem SPMB harus adil dan terbuka.” Ucap Joe’na (Sapaan-red).
“Ok pertama saya akan buka di peranan para Kepsek yang menerima titipan, selanjutnya saya akan buka juga kebobrokan Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang sejak tahun-tahun lalu dan SPMB yang baru ini, bahkan saya akan cari tau apakah benar dugaan di tengah masyarakat yang sedang mencurigai Plt. Kafisdik atas rencana kedepan terkait di Penerimaan Dana BOS, DOP, DAK, DAU Sekolah Swasta yang telah kerjasama di program sekolah Gratis.” Ungkap Joe’na yang juga menduduki posisi Penting di Beberapa Forum Organisasi di Tingkat Nasional sebagai Dewan Etik.
“Ya walaupun itu hanyalah dugaan yang tidak bisa dibenarkan, namun beberapa langkah awal pun sudah kesalahan dari kebijakannya menunjuk Plt. Lukman di Dinas Pendidikan. Buktinya sempat ada yang langsung mengkritik pedas setelah Lukman membuat statement buruk dari langkah kerja yang memberikan batasan bagi para insan Pers, padahal hingga saat ini saya pun belum bisa menyelidiki data terbuka milik Lukman dalam hal Pajak, Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara (LHKPN).” Jelasnya kepada awak media di Apartemen Skandinavia kota Tangerang City. Pada Sabtu (12/7/2025).
“Selanjutnya, saya meminta Gubernur di Banten ini harus tegas dan ditindak tegas segala bentuk Kecurangan, khususnya di Bidang Pendidikan setelah SPMB 2025 ini selesai penerimaannya.” Pinta Joe’na dan menutup Kritikannya kepada Gubernur Banten, Andra Soni dan juga Plt. Lukman sebagai Kadisdik di provinsi Banten.
“Jangan sampai seperti kasus yang saat ini tengah mencoreng kinerja Menteri Pendidikan. Ternyata ga bener juga itu, terkait anggaran Laptop di Korupsi ya, terkuak juga, malu kan pak Presiden Prabowo di bawah Kepemimpinannya yang terkenal Komando, Masa ga tegas.!!” pungkasnya. (Red)












