Sekjen DPP AWII Soroti Jebolnya Tanggul Penyangga PT J-resources BM Karena Hujan

MPI, BMR – Guyuran hujan diperkirakan sekitar 5 (Lima) jam dengan intensitas rendah, bermula pada pagi dini hari tadi Selasa (12/8), yang mengakibatkan jebolnya tanggul penyangga, sehingga badan jalan sempat ditutup beberapa jam, dikarenakan sudah dipenuhi oleh lumpur dan material dari dampak lokasi Pertambangan PT. J-resources Bolang Mongondow (JRBM).

Gambar / Foto : (Exclusive) diambil dari potongan video dokumentasi wartawan MPI, saat Tanggul jebol di Lokasi Pertambangan PT JRBM.

Sebagian persawahan milik warga ikut juga terendam dengan lumpur dan material yang terbawa dari lokasi areal Pertambangan PT J-resources Bolaang Mongondow Blok Bakan.

Situasi ini juga membuat Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK., MH bersama Anggota lainnya, turun ke lokasi kejadian dan melihat langsung kejadian longsornya/jebolnya tanggul penyangga yang menyebabkan lumpur dan material yang menutupi badan jalan penghubung antar kabupaten itu.

Kapolres dengan tegas memerintahkan pada pihak perusahaan J-resources BM agar segera melakukan pembersihan badan jalan, sekaligus memintakan kepada pihak perusahaan J-resources untuk dapat bertanggungjawab atas kejadian ini.

“Kejadian ini harus dipertanggung jawabkan, dan koordinasikan dengan Pemerintah setempat dalam hal ini Sangadi (Kepala Desa-red), juga libatkan masyarakat, sebab penerima manfaatnya adalah masyarakat, jadi lakukan komunikasi itu untuk mendapatkan informasi bagaimana penanggulangannya”, ucap Kapolres

Beberapa sumber sempat memberikan tanggapan terkait dengan kejadian dimaksud, diantaranya Aktivis Pemerhati Lingkungan Parindo Potabuga, dengan tegas menyampaikan, bahwa ini baru diguyur hujan sebentar sudah terjadi banjir bandang, bukan hanya badan jalan dan sebagian persawahan milik warga yang tergenang dengan lumpur.

“Namun sebagian rumah warga Desa Bakan pula merasakan sebaran lumpur, bagaimana jika guyuran hujan dengan intensitas tinggi, dengan curah hujan sampai tiga atau satu mingguan, tidak menutup kemungkinan Desa Bakan dan sekitarnya akan tenggelam dengan lumpur”, ucap Parindo.

Parindo menambahkan, “jika pihak perusahaan tidak cermat menangani persoalan ini, maka alangkah baiknya jangan lagi diteruskan kegiatan penambangan yang berdekatan dengan pemukiman warga, apalagi penambangannya diketinggian dan pemukiman tepat ada dibawahnya, maka secara teknis dibutuhkan penanggulannya agar tidak terjadi lagi kejadian seperti hari ini”, tegasnya

Kejadian ini pun tengah menjadi sorotan dari Achmad Sujana yang sebagai tokoh Pers yang kerap berkomentar terkait sisi Lingkungan Hidup (LH).

Joe’na (panggilan akrab-red), Sekretaris jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dari Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) ini juga menjelaskan ke awak media, bahwa dirinya akan turut mendatangi kantor J-resources di Pusat.

“Sepertinya ini menjadi hal yang penting dan harus ditindaklanjuti langsung dari manajemen dan direksi kantor pusatnya, karena di lahan Konsesi yang sangat luas itu kenapa tidak terurus dengan detail.” Ungkap Joe’na.

“Permasalahan luasan Konsesi dan pada pengembangan izin, peningkatan hingga pemanfaatan dan nilai pajak produksi di lokasi sudah menghasilkan berapa besar keuntungan perusahaan hingga dampak di areal lahan penyangga malah rugikan masyarakat. Seharusnya masyarakat pun dapat dampak sosial yang lebih baik dari kegiatan Usaha JRBM, seperti CSR harus ada juga dong. Jika tidak pernah ada juga hal seperti itu, ya sistem administrasi di JRBM bisa kena sangsi lah.” Pungkasnya.

Sutimin Tubuon

Pos terkait