Swakelola DAK Pendidikan TA 2024 Dikbud Kabupaten Kubu Raya

MPI, Kubu Raya, Kalbar – Tim media pontianak melanjutkan “monitoring” pelaksanaan DAK Pendidikan tahun 2024 dengan melakukan wawancara khusus untuk menggali informasi langsung dari 14 dinas pendidikan kabupaten kota di provinsi Kalimantan Barat.

Setelah menyambangi Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang kini tim berlabuh ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya yang disambut oleh PLT Kadis Dikbud Kab.Kubu raya arianto. Dengan sikap yang Hangat, di dampingi Syarif Umar Kasi Sarpras , Tim Media memulai Wawancara Khusus pengelolaan DAK tahun Anggaran 2024 pada dinas Dikbud Ristek kab Kubu Raya tepat pukul 14.00 hari Senin, (15/7/2024) di Ruang Rapat.

Dari hasil wawancara diketahui, Total DAK yang di terima oleh Dinas Dikbud KKR Tahun 2024 yang berkisar Rp. 31 Milyar terbagi sesuai kebutuhan PAUD, SD, SMP dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), berbeda dari beberapa Kabupaten di wilayah Kalimantan Barat, Dinas dikbud KKR melaksanakan kegiatan Pembangunan Fisik yang menggunakan Dana DAK melalui Swakelola Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Menurut Syarif Umar, tentang Tipe DAK yang dipilih oleh Dinas Dikbud KKR dengan Swakelola adalah sebagai berikut,

“DAK tahun 2024 ini memang sengaja kami pilih Swakelola untuk pelaksanaan nya, dengan pemikiran serta pertimbangan bahwa anggaran yang yang digunakan dalam kegiatan akan terserap secara maksimal dalam kegiatan Renovasi, RKB, Laboratorium dan lain nya sesuai sekolah masing-masing.

Dibandingkan dengan sistim kontraktual (Tender) yang pastinya tidak akan terserap 100% karena penawaran dari peserta, selisih anggaran yang ada sudah pasti dikembalikan ke Negara.

Sedangkan Swakelola yang dilakukan oleh Pokmas yang telah dikukuhkan oleh kepala desa atau camat dan diverifikasi oleh dinas sesuai dengan Regulasi, akan bisa lebih maksimal menggunakan anggaran yang telah ditentukan, kalaupun ada kelebihan anggaran dalam kegiatan tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk lebih bisa meningkatkan mutu dan kualitas dari hasil kegiatan,” demikian penjelasan Syarif Umar yang diamini oleh Arianto.

Kemudian syarif Umar menambahkan, “Kegiatan pembangunan pendidikan dengan penggunaan DAK akan lebih kami tingkatkan pengawasan nya bukan karena kami sebagai PA, namun secara moral sadar bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk kegiatan ini adalah uang rakyat. Kepada inspektorat maupun BPK juga kami dorong untuk bisa lebih intensif dalam tugasnya melakukan pengawasan, dan tidak lupa untuk rekan-rekan media sebagai sosial kontrol dan pengawas eksternal silahkan melakukan tugas sesuai Tupoksinya, kami Dinas Dikbud KKR siap menerima kritik dan saran nya demi tercapainya standar pendidikan nasional di KKR Pada khususnya dan Kalbar pada umumnya,” Tutup Syarif Umar yang secara lugas memberikan keterangan kepada tim Media Pontianak.

Kemudian Arianto menambahkan, “terkait pelaksanaan DAK tahun 2024 ini saya berharap rekan-rekan media bisa bersinergi dengan kami demi kemajuan pendidikan didaerah kita, silahkan hubungi saya jika ada masalah yang relevan dan perlu untuk didiskusikan” demikian pernyataan PLT Kadis Dikbud Kab.Kubu Raya Kalbar.

Wawancara ditutup dengan penyerahan salinan data dan informasi yang diserahkan oleh Syarif Umar atas persetujuan Arianto kepada Tim Media Pontianak. (Sep)

Pos terkait