MPI, Kota Tangerang – Berita Duka dari kediaman keluarga besar bapak Hartono Tedja, seorang Tokoh Masyarakat di Kota Tangerang yang lebih Dikenal Koh Ahin Tjhian Fo Hin.

Hartono Tedja yang sangat dikenal dekat dengan para Tokoh Besar Nasional dari Aparatur di TNI POLRI, Politisi Partai, Tokoh Agama dan para Ulama serta para Pengusaha dan Pejabat Negara hingga Pejabat Daerah di Instansi dan Lembaga Eksekutif hingga para Anggota Legislatif dari Partai PDIP yang terdahulu hingga yang saat ini masih aktif, karena peran serta beliau yang seringkali membantu semua kerabat, sahabat dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada para Politisi yang telah duduk sebagai wakil rakyat, khususnya di Wilayah Kota Tangerang.
Sebelum wafat beliau dikabarkan telah cukup lama mengikuti perawatan jalan dengan dokter di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) karena Jantung.
Kenny Tedja sebagai sosok Enterpreuner muda terkenal sebagai Pemilik Warung makan Bebek Kenny di jalan Kisamaun Pasar lama Tangerang adalah seorang anak lelaki sulung dari Almarhum Koh Ahin yang sangat dekat dengan sosok Papa tercintanya, Kenny mengabarkan kepada semua rekan-rekan dan keluarga dekatnya melalui pesan What’s App pagi tadi, Sabtu (17/02/2024).
“Telah berpulang Papa / Opa kami Hartono Tedja (Ahin) pada hari ini Tangerang 17.02.2024 Jam 08.30 WIB dirumah kami.” Kata Kenny.
“Kami berterima kasih untuk segala Doa untuk kesembuhan papa, bantuan dan kebaikan yang Bapak / Ibu Om / Tante semua berikan. Saya mewakili papa saya Hartono Tedja dan keluarga meminta maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan.” Ucapnya.
Almarhum akan disemayamkan di RD Born Tek Bio Karawaci Tangerang.
“Kami segenap Keluarga Besar Media Patroli Indonesia, turut mengucapkan Belasungkawa dan rasa duka cita yang mendalam. Saya Achmad Sujana (Joe’na) Pemimpin Redaksi (Pemred) dari Media Patindo Group ucapkan turut berduka, semoga Almarhun Bapak Hartono Tedja / Ahin dapat beristirahat dengan tenang disisi Tuhan yang maha esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.” Pungkasnya. (*)












