MPI, Kabupaten Tangerang – Sejak Pelantikan KPPS serentak pada Kamis (25/1/2014) lalu, dan dilanjut dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) KPPS di masing-masing daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah kabupaten Tangerang, yang tidak luput menjadi sorotan dalam sepekan terakhir sampai-sampai elemen mahasiswa hingga Panitia Penghitungan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), memutuskan menggeruduk gedung KPUD kabupaten Tangerang.
Semua meluapkan kekecewaan nya terhadap kinerja KPUD yang dinilai amburadul, juga sebagai bentuk protes karena berbagai permasalahan, mulai dari pengelolaan makan dan minum untuk kegiatan pelantikan serta Bimtek yang amburadul, dan transparansi pagi peserta KPPS yang tidak kunjung di bagikan meski masuk dalam anggaran pemilu di Kabupaten Tangerang oleh mahasiswa.
Ditengah persoalan yang tak kunjung selesai di tubuh KPUD kabupaten Tangerang itu, sebuah voice note yang menggemparkan semakin membuat publik bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh penyelenggara pemilu tersebut.
“Saya mohon dong ini pak Oyok, pak Oyok saya tau pak Oyok tuh kemarin minta jatah ke saya, bahkan udah nge DP-in. Saya tau pak Oyok kepengen menghandle terkait makan, tapi jangan kayak gitu dong terkesannya pak Oyok itu disini malah jadi provokator loh, kalau memang gak ini gak papa pak Oyok mau minta untung berapa dari saya, gak papa nanti biar saya bayar tapi jangan kayak gini caranya” bunyi voice note yang diduga, merupakan salah seorang pejabat di KPUD kabupaten Tangerang.
Sontak saja, voice note yang tersebar itu semakin memperburuk kepercayaan publik kepada KPUD Kabupaten Tangerang, terutama kalangan KPPS yang baru saja di lantik mereka khawatir jangan-jangan anggaran honororium KPPS nanti terjadi banyak dipotong,
“Ini baru anggaran makan minum dan transport saja sudah bermasalah gimana anggaran yang lain” Tanya salah satu anggota KPPS di kecamatan Solear.
Bahkan tersebar Isyu bahwa banyak anggota KPPS yang akan mengundurkan diri, hal tersebut di sampaikan melalui voice note anggota KPPS di solear”
Hingga tayang berita ini pihak KPUD dan sekretaris KPU belum dapat dikonfirmasi. (Red-Nsr)












