WPR Desa Tobongon Diusik Akun Provokasi Lewat Facebook. Dolfi: Jangan Jadi Provokator

Oplus_0

MPI, BMR – Kebersamaan dalam mengais rejeki di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Tobongon Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara, hingga kini tetap kondusif antara penambang dengan penambang lainnya.

Ditengah kenyamanan dalam mengais rejeki itu, mereka terusik dengan adanya penyebaran Issue provokasi lewat media sosial Facebook, dalam tayangannya seolah memprovokasi penambang bahwa yang mana telah terjadi gejolak yang mengganggu kenyamanan penambang dalam melakukan kegiatan di wilayah dimaksud.

Dolfi: Jangan Jadi Provokator, Kenyamanan Penambang Tetap Aman, Tak Ada Keributan

Kebersamaan dan keragaman penambang dilokasi Wilayah Pertambangan Rakyat Tobongon ini telah terjalin rasa kekeluargaan yang harmonis, dan saling menghargai sesama penambang itu yang diutamakan, sebab mereka datang dengan bermodalkan palu dan betel (bahasa Daerah-red) untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dirumah masing-masing.

Tapi, dengan beredarnya upload’n yang dengan sengaja dan rasis, pemilik akun Facebook sampai menuliskan atas nama masyarakat penambang Tobongon, kami tidak akan takut aksi premanisme yang dengan sengaja dilakukan di lokasi tobongon, ini tanah adat kami, jangan membuat kekacauan di tanah adat tambang rakyat tobongon dengan menyewa preman dari luar untuk membuat kekacauan.

Mohon Pak Bupati dan Kapolres Boltim perhatikan rakyat penambang karna ada seorang yang sengaja membuat kekacauan di lokasi tanah adat kami, dengan nyata membawa barang tajam di lokasi yang jadi mata pencarian kami untuk makan sehari-hari mohon pemerintah jaga keamanan kami tempat kami mencari nafkah untuk anak istri kami dirumah.

Pula ada Akun Facebook lainnya juga sampai menuliskan ; Diminta #Kapolda Sulawesi Utara dan #Kapolres Boltim untuk segera, mengambil tindakan Tegas kepada salah satu pengacau yang diduga warga Manado Mr (HJe) dan kaki tangannya (D01f1) diduga kuat menyewa para preman bayaran untuk melakukan kekacauan di lokasi tambang emas desa Tobongon.

Terkait informasi publik yang dipandang perlu agar tidak terjadi konflik antara sesama warga penambangan melalui narasi provokatif. Jumat 1 Juli 2025 tim investigasi langsung menuju titik lokasi WPR Tobongon.

Data yang dihimpun awak media sejak tanggal 1 sampai 2 Juli 2025. issue yang dihembuskan oleh Akun Facebook tersebut ternyata tidak sesuai, sebab kondisi dilokasi lobang-lobang tambang manual WPR desa Tobongon sedang beraktivitas seperti biasanya dan aman-aman saja.

Tuduhan bahwa HJ dan Dolfi membawa sejumlah preman Tompaso ke lokasi tambang emas di Desa Tobongon, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dibantah keras oleh pihak yang bersangkutan.

“Kita semua yang ada dilokasi WPR Tobongon adalah pejuang keluarga, semua suku dan agama ada disini. Jangan membuat isyu yang dapat merugikan kita semua. kami di lokasi tambang WPR ini baik-baik saja, kalaupun ada perselisihan lobang tambang dengan lobang tambang lainnya, kedua pemilik lobang yang akan menyelesaikannya, kebiasaan penyelesaian kasalahpahaman di lobang, dan ini telah berlaku sudak sejak dulu, saya berharap kita sebagai pejuang keluarga di lokasi WPR Tobongon, jangan terprovokasi dengan issue oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang pada ujungnya pejuang keluarga di lokasi WPR tobongon akan kehilangan lapangan pekerjaan,” jelas Dolfi.

Dolfi juga mengakui lobang Hj yang ia awasi saat ini sedang intens dikomunikasikan secara kekeluargaan. “Dilokasi ini kami semua bersaudara, ada-pun perselisihan yang biasa terjadi dilokasi tambang, kami pemilik lobang penambangan bersama intens melakukan komunikasi secara kekeluargaan”, ucapnya.

Dolfi menambahkan ; “Mari kita beraktivitas seperti biasa di lobang tambang masing-masing dan jangan terprovokasi oleh akun Facebook yang dapat membuat kita semua merugi dan bakalan kehilangan pekerjaan, WPR tobongon sangat terbuka bagi siapa saja sebagai pejuang nafkah keluarga dirumah,” tutupnya.

*Sutimin Tubuon*

Pos terkait