MPI, Ciamis Jawa Barat – Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia yang ke -14 tahun 2023 menjadi ajang launching ikon wisata Priatim Geulis. Tradisi menabuh Gong Perdamaian tahun ini menandai lahirnya branding wisata terpadu Priatim Geulis.
Acara ini didukung oleh Kabupaten Ciamis, Garut, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran. Bukan itu saja, untuk mendukung branding Priatim Geulis, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat meresmikan Pusat Budaya Galuh Karangkamulyan.
Menurut Ketua Forum Gong Perdamaian Dunia, Aip Sarifudin, pelaksanaan Milangkala Gong Perdamaian ke-14
sangat istimewa, karena rangkaian kegiatan ini mensinergikan dua SKPD, yakni Dinas Pariwisata dan Disbudpora Ciamis.
“Acara diawali Kirab Merah Putih panjang 10001,101 meter, start dari Situs Cikahuripan, diusung oleh 1000 orang, dilanjutkan acara Peresmian Pusat Budaya Galuh Karangkamulyan, dan acara launching logo Priatim Geulis,” ujar Aip.
Dikatakan Aip, untuk memeriahkan acara juga akan digelar pameran kebudayaan dari delapan museum di Galuh. Kalangan seniman dan budayawan juga akan menampilkan karya masing-masing.
“Harapan kami semoga acara ini lancar, ini momentum untuk memperlihatkan nilai- nilai perdamaian yang diwariskan oleh leluhur Galuh,” ujar Aip
Gong Perdamaian di Situs Karangkamulyan Ciamis ditabuh untuk menyambut masa depan yang damai. Ini merupakan ritual milangkala Gong Perdamaian ke-14 yang penuh spirit ajaran perdamaian masa silam.
Gong Perdamaian ini adalah simbol untuk menciptakan kehidupan yang damai dan saling menjaga harmoni persaudaraan universal untuk kedamaian dunia.
“Kisah Gong Perdamaian tentu sangat panjang seusia Kerajaan Galuh yang tenggelam dalam puing-puing sejarah. Namun kala itu Kapolda Jabar Anton Charliyan menghadirkan kembali fisik Gong Perdamaian dengan ornamen bendera seluruh negara. Gong ini mengandung makna filosofis dan sosiologis bagi orang Galuh yang telah ribuan tahun menciptakan perdamaian di Nusantara,” ujar Aip. *
Penulis : Mukhlis Thio
Editor : Yan’s












