AWII Kalbar Siap Bantu Pardiansyah Dapatkan Kaki Palsu untuk Masa Depan

MPI, Kubu Raya, Kalbar- Pardiansyah, seorang pedagang keliling musiman, kini menghadapi cobaan berat setelah kehilangan salah satu kakinya akibat amputasi yang dilakukan di RSUD Dr. Soedarso, Pontianak. Amputasi tersebut menjadi pilihan medis terakhir setelah ia menderita radang tulang kronis selama enam tahun.

Pardiansyah, yang tinggal di Jalan Pelita 3, Gang Haji Dila, RT 034/11, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, adalah tulang punggung keluarga. Ia memiliki dua anak, yang masing-masing berusia 13 tahun dan 9 tahun, serta seorang istri bernama Eka Safitri. Sebagai pedagang keliling musiman yang menjajakan buah-buahan, Pardiansyah kini tidak dapat lagi beraktivitas seperti biasa. Minggu (29/12/24).

“Saya hanya ingin kembali bekerja untuk anak-anak dan istri saya. Kalau bukan saya, siapa lagi yang bisa menopang keluarga ini?” ujar Pardiansyah penuh harap. Ia yakin, dengan bantuan kaki palsu, ia bisa kembali berjualan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kondisi ini bermula sejak operasi pertama yang dijalani pada 13 Mei 2024 untuk menangani cedera akibat radang tulang di Rumah Sakit Untan Namun, kondisi tersebut tidak membaik hingga akhirnya dilakukan operasi kedua pada 2 Desember 2024, yang berujung pada amputasi di Rumah Sakit Soedarso Pontianak.

Melihat kondisi Pardiansyah, Ketua DPD AWII Kalimantan Barat, Yuliana, berkunjung langsung ke rumahnya untuk memberikan dukungan moril dan material. Dalam kunjungannya, Yuliana menyampaikan keprihatinannya serta berjanji akan membantu memperjuangkan kebutuhan Pardiansyah.

“Kami dari AWII Kalbar akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar beliau bisa mendapatkan kaki palsu. Ini bukan hanya soal alat, tetapi juga semangat untuk bangkit,” ujar Yuliana.

Keluarga Pardiansyah kini berharap uluran tangan dari pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas. Bantuan kaki palsu menjadi kebutuhan mendesak agar ia dapat kembali menjalani perannya sebagai pencari nafkah utama.

Kisah Pardiansyah adalah gambaran nyata perjuangan masyarakat kecil yang menghadapi tantangan besar. Dengan perhatian dari pemerintah dan dukungan masyarakat, diharapkan Pardiansyah dapat bangkit kembali untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Reporter: Yuliana
Sumber: DPD AWII Kalbar/ Tim Investigasi

Pos terkait