Patroli Indonesia, Medan – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Pusat Pengembangan Kompetensi SDA dan Permukiman menyelenggarakan 2 pelatihan yakni Pelatihan Perencanaan Teknis Air Baku yang diselenggarakan di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah II Medan dan Pelatihan Perencanaan Teknis Sungai yang diselenggarakan di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman Ruhban Ruzziyatno dalam sambutannya mengatakan, air merupakan kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada awalnya kita dapat memanfaatkan air secara bebas dan langsung dari sumbernya, misalnya seperti mata air, danau dan sungai.
“Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan air pun semakin meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, sumber air yang ada tidak akan mencukupi untuk pemenuhan kehidupan penduduk saat ini, terutama untuk wilayah Pulau Jawa yang penduduk nya sangat padat,” jelasnya.
Lebih lanjut Ruhban menyampaikan bahwa dalam pengelolaan air baku untuk kebutuhan domestik dan air minum, terdapat 2 aspek penting yang harus selalu kita perhatikan. Pertama adalah aspek kualitas. Air yang akan kita kelola harus memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Selanjutnya adalah aspek kontinuitas.
“Dalam penyediaan air baku, air yang kita salurkan harus selalu mengalir selama 24 jam sehari untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Selain untuk kebutuhan domestik, air baku yang kita kelola juga ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan irigasi. Pada air irigasi umumnya direncanakan menggunakan debit andalan yang lebih kecil dibandingkan air minum,” Imbuhnya.
Disisi lain, sungai merupakan wadah air berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya, mulai dari hulu sampai muara. Ruhban menyampaikan bahwa perencanaan sungai dimaksudkan untuk merencanakan perlindungan sungai agar dapat berfungsi dengan baik. Termasuk di dalamnya kegiatan konservasi sungai, perencanaan alur sungai, bangunan pelindung/pendukung serta pengendalian daya rusak air. “Oleh karena itu, dalam perencanaan sungai ini diperlukan pengetahuan tentang Pengelolaan SDA Terpadu, Pengelolaan Banjir, Hidrologi serta Hidrolika agar perencanaan yang akan kita lakukan sesuai kaidah teknis dan terintegrasi dalam pengelolaan SDA secara terpadu pada keseluruhan Daerah Aliran Sungai (DAS),” Tutupnya.
Pelatihan Perencanaan Teknis Air Baku dilaksanakan secara distance learning mulai tanggal 14 s.d 24 Februari 2022 oleh Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah I Medan yang akan diikuti oleh 40 orang peserta sedangkan Perencanaan Teknis Sungai dilaksanakan secara distance learning mulai tanggal 14 s.d 23 Februari oleh Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah VI Surabaya dengan menggunakan aplikasi zoom meeting dengan diikuti sebanyak 35 peserta.
Materi Pelatihan Perencanaan Teknis Air Baku terdiri dari 63 Jam Pelajaran dan materi Pelatihan Perencanaan Teknis Sungai terdiri dari 59 jam pelajaran dengan para Pengajar yang memberikan pembekalan pada Pelatihan yang terdiri dari pejabat struktural dan fungsional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (*)












