Patroli Indonesia, Bandung – Ketersediaan air menjadi kunci kesehatan masyarakat dan ketersediaan pangan. Untuk menjamin air yang tersedia dapat dibagi secara merata, diperlukan suatu perhitungan dalam pengelolaan air untuk berbagai jenis penggunaan menurut kuantitas, tempat dan waktu penggunaan yang besarnya disesuaikan dengan ketersediaan pada suatu sumber air. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR melalui Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta mengadakan Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air, yang secara resmi ditutup pada Rabu (16/02).
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman, Ruhban Ruzziyatno pada sambutan penutupan menyampaikan bahwa, prioritas utama penyediaan air adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam si stem irigasi yang sudah ada. Dalam menentukan Alokasi Air diperlukan perhitungan parameter-parameter Hidrologi, terkait dengan rencana alokasi air tahunan dan rencana alokasi air rinci, sehingga setiap pihak mendapatkan jatah air sesuai dengan haknya.
“Melalui pelatihan ini peserta akan mampu membuat rencana alokasi air untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan air untuk berbagai jenis penggunaan yang terukur menurut kuantitas, waktu, dan kualitas air sesuai dengan jatah yang ditetapkan,” Jelasnya.
Ruhban Ruzziyatno mengatakan bahwa Pusbangkom SDA dan Pemukiman menerapkan evaluasi pasca pelatihan yang akan menilai peserta setelah kembali ke tempat kerja masing-masing. “Jika setelah pelatihan nanti peserta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, itu menandakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan ini telah berhasil, tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, namun juga meningkatkan kinerja di Kementerian PUPR secara keseluruhan, ” Ujarnya.
Pelatihan Teknis Hidrologi untuk Alokasi Air dilaksanakan dengan pola pelatihan Distance Learning dari tanggal 7 – 16 Februari 2022, keseluruhan sebesar 54 Jam Pelajaran. Tenaga Pengajar adalah Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Terkait, serta Widyaiswara yang berkompeten khususnya dibidang hidrologi di Lingkungan Kementerian PUPR.
Inggrit Tri Rida Wahyu Satiti peserta dari BBWS Mesuji Sekampung menyampaikan bahwa manfaat dari pelatihan ini sangat dirasakan terutama dalam proses menyusun dan menghitung Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) maupun Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR) ini lebih mudah dipahami. Penyusunan RAAT dan RAAR merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan setiap tahunnya sehingga pelatihan ini sangat bermanfaat. Dan yang terpenting bagi Inggit pelatihan ini memberikan info-info baru tentang proses penyusunan alokasi air, sehingga ke depannya dapat diterapkan di BBWS tempatnya bekerja yang masih ada 1 WS belum pernah penetapan RAAT serta belum menyusun RAAR.
Hasil evaluasi dan kelulusan peserta Pelatihan Teknis Hidrologi untuk Alokasi Air, diperoleh hasil kelulusan sebanyak 39 peserta. Peringkat terbaik pertama Inggrit Tri Rida Wahyu Satiti, dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; Peringkat terbaik kedua Tami Adiningtyas, dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan terbaik ketiga Dyah Meiliawati, dari Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (*)












