Bupati Herdiat : BIAN Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroli-Indonesia.com, CIAMIS, Jabar –
Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI) mencanangkan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang dilaksanakan serentak pada Bulan Agustus. BIAN dicanangkan untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun signifikan akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis menggelar pencanangan BIAN, di UPTD Puskesmas Sindangkasih Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, Rabu (03/08/2022).

Bacaan Lainnya

Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya didampingi Wakil Bupati Yana D Putra, Sekda Ciamis, Dr. H Tatang, Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis, dr Yoyo dan perwakilan dari unsur Forkopimda lainnya turut hadir dalam acara pencanangan BIAN tersebut.

Saat membuka acara tersebut Bupati mengatakan bahwa pencanangan ini merupakan awal pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Ciamis.

Dijelaskan Bupati, BIAN adalah upaya pemberian imunisasi, dilaksanakan secara terintegrasi yang meliputi dua kegiatan imunisasi yaitu Imunisasi tambahan dan Imunisasi kejar.

Imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak-rubela secara masal tanpa memandang status imunisasi sebelumnya kepada sasaran sesuai dengan rekomendasi usia yang ditetapkan.

“Imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi anak usia 12–59 bulan,” katanya.

Adapun jumlah sasaran BIAN di Kabupaten Ciamis berdasarkan pendataan Puskesmas untuk Campak Rubella sebanyak 61.613 balita, Imunisasi kejar Oral Poliovirus Vaccine (OPV) 3.588 balita, Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) 9.158 balita, DPT, HB, IB 7.625 balita.

Bupati juga mengatakan bahwa, pelaksanaan BIAN secara umum bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi dan merata sebagai upaya mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

“Semoga dengan pelaksanaan BIAN ini dapat mewujudkan generasi sehat dan berkualitas dimasa yang akan datang,” jelasnya.

Bupati juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Ciamis yang memiiki anak berusia 9-59 bulan, untuk segera datang ke posyandu agar mendapatkan imunisasi lengkap.

“Setelah pencanangan ini, saya harap semua dapat bekerjasama dalam mensukseskan pelaksanaan imunisasi di Kabupaten Ciamis sehingga apa yang menjadi target dapat tercapai,” harapnya.

Bupati pun mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada seluruh jajaran yang mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Ciamis.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo menambahkan, akibat pandemi Covid-19 hasil capaian target program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) menurun dibanding sebelum pandemi.

Dengan kondisi tersebut dapat mengakibatkan ancaman terjadinya peningkatan kasus bahkan ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

“Adapun strategi kami adalah dengan pemberian imunisasi tambahan  Measles dan Rubella (MR) pada anak usia 9-59 bulan. Kemudian juga melengkapi dosis imunisasi DPT Hb HIB, Polio Oral dan Polio Injeksi yang terlewat untuk sasaran anak usia 12-59 bulan,” katanya.

Dijelaskannya, tujuan BIAN sendiri yakni untuk menghentikan transmisi virus Campak dan Rubella di semua kabupaten/kota di wilayah Indonesia pada tahun 2023, dan mendapatkan sertifikasi eliminasi Campak dan Rubela/CRS pada tahun 2026 dari SEARO.

“Tujuan lainnya mempertahankan Indonesia Bebas Polio, serta mewujudkan Eradikasi Polio Global pada tahun 2026, juga pengendalian penyakit Difteri dan Pertusis,” ungkapnya.

Pelaksanaan BIAN digelar serentak di bulan Agustus, adapun tempat pelaksanaannya adalah di sarana pelayanan kesehatan pemerintah, yakni puskesmas atau unit-unitnya.

“Utamanya adalah dilaksanakan di seluruh Posyandu sesuai jadwalnya,” ucapnya.

Untuk BIAN, sejak awal pihaknya sudah mempersiapkannya dengan menggelar berbagai kegiatan, diantaranya rakor petugas kesehatan, kepala Puskesmas, Coordinator Imunisasi, Bidan dan lainnya. Untuk konsolidasi, koordinasi dari persiapan sampai pelaksanaan. Pendataan sasaran dilakukan oleh petugas puskesmas, kader posyandu, kader PKK, unsur desa dan kelurahan.

“Kita berharap semua masyarakat bisa berperan aktif dan berkontribusi untuk BIAN, dengan membawa sasaran ke layanan untuk mendapatkan vaksinasi tersebut. Mari kita cegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dengan memberikan imunisasi yang diwajibkan sehingga anak-anak kita bisa terhindar dari penyakit tersebut,” pungkasnya. (Nank Irawan)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait