Dampak Rehabilitasi Billboard Alun Alun GWSF Tahun Ini Diadakan Di Jalan Koperasi

MPI, Ciamis Jawa Barat – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Eka Octaviana yang mewakili Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya meresmikan kegiatan Galuh Wiyasa Street Food (GWSF) yang berlokasi di Jl Koperasi Ciamis, GWSF merupakan kegiatan dalam menyemarakan bulan Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi, yang diinisiasi oleh Karang Taruna Galuh Wiyasa, Kelurahan Ciamis yang bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB) cabang Kabupaten Ciamis. Minggu (24/03/2023).

GWSF kali ini mengambil tema “Melalui Berbagi dengan Sesama yang Membutuhkan, Kita Raih Keberkahan di Bulan Suci Ramadhan”.Dalam kegiatan tersebut disajikan berbagai makanan untuk berbuka puasa dan makanan lainnya.

Eka sangat mengapresiasi Karang Taruna Kelurahan Ciamis yang telah melaksanakan acara GWSF, Ia juga mengucapkan permohonan maaf dari bupati karena tidak bisa hadir di acara tersebut.

GWSF ini awalnya akan dilaksanakan di Billboard, tapi mendadak harus dipindahkan karena akan ada rehab terkait dengan lanjutan dari revitalisasi Alun-alun Ciamis.

“Alhamdulillah GWSF pada bulan ramadhan 1445 Hijriyah ini masih dapat dilaksanakan dengan kondisi yang memang betul-betul harus siap. Saya sangat mengapresiasi, dengan waktu yang singkat bisa berpindah tempat sehingga dapat dilaksanakan dilokasi ini,” katanya.

Dijelaskannya, bulan suci Ramadan ini merupakan suatu momentum yang penting, apalagi semenjak tahun 2019 hingga tahun 2021 kita mengalami pandemi Covid-19, sehingga semua pelaku ekonomi, proses ekonomi dan roda ekonomi semuanya menjadi lumpuh.

“Dengan adanya Galuh Wiyasa Street Food ini diharapkan semuanya dapat kembali bangkit khususnya untuk pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Ciamis, juga seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Menurutnya, untuk membantu agar para pelaku UMKM di Ciamis bangkit, seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis dapat jajan dan membelanjakan semua uang yang dimiliki di acara GWSF ini.

“Kapan lagi kita membantu agar UMKM Ciamis dapat tumbuh dan bangkit kalu tidak sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika terjadi pandemi Covid-19 kemarin, Kota Tasikmalaya dan beberapa kota/kabupaten lain sangat terpuruk, tetapi Kabupaten Ciamis yang memang bergerak di UMKM tetap bisa berjalan. Sebagai contoh, lanjut Eka tukang cilok, tukang gorengan dan pedagang lainnya masih ada berjualan.

“Pas Covid-19 kemarin mereka msh bisa berjualan, tidak terkena dampak, dengan adanya Galuh Wiyasa Street Food ini, diharapkan semua bisa kembali bangkit sesuai dengan semboyan “Galuh Nanjeur Ciamis Tangguh”. Jadi kapan lagi kita nenunjukan eksistensi kepada para pelaku UMKM,” jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada panitia khususnya Karang Taruna Kelurahan Ciamis agar bisa menjaga kebersihan keamanan dan ketertiban karena kalau melihat rowndown acara mendekati hari H hari idul fitri biasanya h-7 lalu lintas ini akan ramai.

“Tolong komunikasi dan koordinasi dengan pihak Dishub dan Polres Ciamis khususnya Polsek Ciamis untuk menjaga keamanan ketertiban dikarenakan arus lalulintas akan padat,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Galuh Wiyasa, Sendy Hemafitriana, SE mengatakan, kegiatan itu merupakan program utama Karang Taruna Galuh Wiyasa untuk menyentuh Kawula Muda yang bergerak pada sektor UMKM di Kelurahan Ciamis.

“Ini kegiatan kedua, bulan ramadhan tahun 2023 lalu, kita juga melaksanakan di area Billboard Alun-alun Ciamis. Adanya GWSF ini tentu sedikit besarnya bisa membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis, salah satunya ya kita berkontribusi dari sektor parkir para pengunjung. Selain itu kan dilokasi GWSF juga nantinya ada wahana permainan, tentunya itu akan dikenakan pajak dan masuk kas daerah,” katanya.

Dijelaskan Sendy, Dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerja sama dengan BJB cabang Kabupaten Ciamis. Adapun para peserta/pedagan yang ikut dalam GWSF ini sekitar 60 orang kebanyakan usia produktif atau usia muda.

“Diera digitalisasi seperti sekarang ini, bersama pihak BJB kita mensosialisasikan tentang transaksi digital kepada pedagang maupun pengunjung. Kita juga menghimbau agar pedagang mempunyai tabungan dan barcode QRIS, sehingga nantinya bisa dipakai untuk melakukan transaksi digital,” ungkapnya.

Sendy juga menjelaskan, makanan yang disajikan dalam GWSF kebanyakan makanan olahan hasil karya anak-anak muda pelaku UMKM dari berbagai kalangan di wilayah Kelurahan Ciamis khususnya, umumnya di Kabupaten Ciamis. Ia pun berharap agar padagang di GWSF ini bisa berkembang bukan hanya di bulan ramadhan saja tapi di hari-hari biasa omsetnya melejit.

“Kita harapkan semoga kedepannya dari masing-masing peserta usahanya bisa tumbuh lebih produktif, lebih berkembang dan meraih kesuksesan,” pungkasnya.

Jurnalist. : NAY

Pos terkait