Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata Hantam Rumah Warga

Patroli-Indonesia.com, Ciamis – Diduga rem blong mobil bus yang membawa rombongan Majelis Taklim dari Balaraja Kabupaten Tagerang Provinsi Banten mengalami kecelakaan.

Rombongan peziarah tersebut menggunakan mobil bus Pandawa bernopol DK 7307 WA itu menabrak beberapa kendaraan lain dan rumah. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Panjalu-Panumbangan tepatnya diturunan Mariuk wilayah Paripurna Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/05/2022).

Berdasarkan informasi yang diterima Patroli Indonesia, kejadian itu diketahui sekitar jam 18.00 WIB. Kecelakaan tersebut diduga bus mengalami rem blong sehingga mengakibatkan mobil lepas kendali dan menghantam beberapa kendaraan diantaranya elf angkutan umum, mobil minibus, motor, warung, pejalan kaki dan rumah yang hancur ditubruk bus tersebut.

Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Zaenal Arifin menjelaskan, bus yang membawa rombongan majelis taklim tersebut sehabis dari Situ Panjalu dan akan menuju Pamijahan namun saat melewati turunan Mariuk di wilayah Paripurna bus lepas kendali.

“Dugaan sementara bis mengalami  rem blong yang mengakibatkan mobil lepas kendali dan menghantam beberapa kendaraan hingha berakhir menabrak rumah warga,” katanya.

Menurutnya, mobil bus Pariwisata yang mengangkut 50 orang rombongan majelis taklim tersebut akan melanjutkan perjalanan menuju Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya, namun karena kecelakaan bus tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Dijelaskan Zaenal untuk sementara jumlah korban dalam kecelakaan tersebut sebanyak 47 orang, 4 orang diantaranya meninggal dunia. Semua korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke Puskesmas Panjalu, Puskesmas Payungsari Panumbangan dan RSUD Ciamis. Untuk proses evakuasi badan bus menggunakan satu alat berat berupa eskavator (Beko).

“Untuk korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 47 orang, 4 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara korban yang meninggal belum diketahui apakah korban berasal dari kendaraan bus atau kendaraan lainnya,” jelas Zaenal.

Salah seorang korban luka yang dirujuk ke RSUD Ciamis, Solihat (47) warga Desa Sukamulya Kecamatan Grobogan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten bersama suaminya M Suhada (54) dan anaknya Husna (4) menjelaskan, sebelum kejadian dirinya bersama rombongan lainnya baru saya keluar dari Situ Panjalu dan akan melanjutkan ziarah ke Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya.

Solihat dan keluarganya sedang menjalani perawatan di RSUD Ciamis

“Sebelum memasuki turunan itu supir bilang kepada kondektur sambil panik ini mobil kenapa kok remnya blong,” ucapnya.

Dijelaskan Solihat, Ia dan semua penumpang bus panik setelah mendengar rem mobil yang ditumpanginya blong. Bahkan ketika diturunan mobil terasa limbung kekiri kekanan dan lepas kendali hingga menabrak beberapa kendaraan dan berhenti ketika menabrak rumah.

“Kami semua panik, histeris dan memohon kepada Allah semoga diselamatkan dari hal yang tidak diinginkan, Alhamdulillah saya dan keluarga masih dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.

Solihat berharap agar semua teman-temannya yang mengalami luka segera disembuhkan, dan yang meninggal dunia semoga diterima disisi Allah SWT.

“Mohon doanya semoga kami semua cepat sehat dan pulih kembali aamiin,” harap Solihat.

Berdasarkan data dari petugas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban kecelakaan bus Pandawa yang membawa jemaah wisata religi dari Balaraja Kabupaten Tangerang diturunan Mariuk wilayah Paripurna Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

Yang dievakuasi ke Puskesmas Panjalu, meninggal dunia Ny. Omah (60) warga Dusun Pagerageung Wetan RT/RW 01/10 Desa Pagerageung Tasikmalaya. Korban luka tumpul dan memar yang disebabkan loncat dari bus, Sumiati (43), Nanda Saputra (50), Suanah (50), Sadiah (52), Tuti Awaliyah (45), Kiran (8), Zihan (12), Ade Ridwan (24) menjalani rawat infus, Aulia (14), Azkiya Maulida (11), Nihayah (53), Sahrudin (31) yang merupakan kondektur bus menjalani rawat infus, Suhaedan (60), Suryanah (57), Uti (65), Nafsiah (45), Sarniti (47), Sukriyah (70), Tumah (75), Afian (65), Komariyah (49), Erah (58) warga Balaraja rawat infus.

Korban meninggal sudah di bawa pulang pihak keluarga jam 20.00 WIB
Korban luka-luka sebagian sudah pulang ke penginapan wisata. Sebagian korban dievakuasi di Puskesmas Payungsari Kecamatan Panumbangan dan ada juga yang di rujuk ke RSUD Kawali dan dirujuk ke RSUD Ciamis. (Nank Irawan)

Pos terkait