Patroli-Indonesia.com, CIAMIS – Dalam empat tahun kedepan, Universitas Galuh (Unigal) Ciamis akan berevolusi untuk mencapai reputasi.
Demikian hal itu diungkapkan Rektor Unigal Ciamis, Dr. Dadi, M.Si setelah selesai dilantik menjadi Rektor Unigal periode 2022-2026 pada Selasa (05/07/2022) di Auditorium Unigal Ciamis. Pelantikan tersebut dihadiri oleh segenap Civitas Akademika Universitas Galuh Ciamis.
Dalam konferensi pers bersama para watawan, Dadi mengatakan bahwa dalam empat tahun kedepan pihaknya ingin menjadikan Unigal Ciamis berevolusi untuk mencapai reputasi. Untuk mencapai hal itu ada lima bidang strategis yang akan dilaksanakannya.
“Untuk mencapainya, ada lima bidang stategis yang perlu dijalankan yaitu bidang akademik, bidang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi tenaga dosen dan tenaga kependidikan, bidang kemahasiswaan dan alumni, bidang kerjasama serta bidang pengelolaan keuangan,” ungkapnya.
Berkaitan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hal itu akan menjadi fokus kerja dibidang akademik yang akan terus ditingkatkan. Karena penelitian dan pengabdian menjadi salah satu elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, jadi bukan hanya untuk dosen tetapi juga mahasiswa.

“Saya ingin memacu mahasiswa di Universitas Galuh itu banyak terlibat dalam program kreativitas mahasiswa yang difasilitasi,” lanjutnya
Dadi juga bertekad untuk menjadikan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Berdasarkan pengalaman, selama pandemi ada perkuliahan secara daring sementara kebijakan sekarang kembali, jadi tidak menutup kemungkinan nanti ada Hybrid atau Blending.
“Jadi kalau ada mahasiswa yang berhalangan tidak hadir ke kampus masih diberikan kesempatan untuk menambah aktivitas belajar dari teknologi, demikian juga yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Dadi, Universitas Galuh sebagai kampus dengan jargon Universitas Konservasi dan Budaya, dalam waktu empat tahun kedepan akan ada sudut-sudut taman yang bernilai konservasi yang dimodifikasi menjadi learning corner.
Dimana tersedia tempat bagi mahasiswa untuk belajar secara produktif dengan nuansa keindahan alam yang hijau. Hal itu akan menjadi aspek yang lebih ditonjolkan dalam keseharian Universitas Galuh.
“Dalam hal budaya, saya berkomitmen untuk menunjukannya dalam aktualisasi keseharian kampus,” jelas Dadi.
Kampus Konservasi dan Budaya menjadi salah satu langkah strategis untuk menjadikan Universitas Galuh go internasional dengan ikon Konservasi dan Budaya.
“Maka tamu internasional yang datang ke Kampus Unigal akan merasa nyaman, karena ada konservasinya, bisa belajar konservasi dan budaya,” pungkasnya. (Nank Irawan)












