MPI, Garut Jabar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di kampung lunjuk hilir desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, memberikan penjelasan terkait standar dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi perhatian publik. Penjelasan ini mencakup aspek luasan, fasilitas, hingga tata kelola limbah dapur yang harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) Selasa 21/4/2026.

Supra Yogi Purnomo, salah satu tim SPPG Talagasari Kadungora, menegaskan bahwa standar dapur MBG tidak bisa dibuat sembarangan dan harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
“Untuk dapur MBG yang sesuai standar paling dari segi luasan dapur itu harus ada ukuran tertentu, minimal itu empat ratus meter persegi,” ujarnya.
Selain luasan, fasilitas penunjang juga menjadi syarat penting dalam operasional dapur MBG. Fasilitas tersebut mencakup ruang kantor hingga tempat tinggal sementara bagi tim yang terlibat.
“Terus untuk fasilitas kantor sama ada, harus ada mess untuk tim SPPG. Kayak untuk kepala dapur, untuk ahli gizi, dan untuk tim akuntan,” sambungnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya tata letak atau layout dapur yang kini menjadi sorotan. Menurutnya, setiap dapur harus dirancang secara sistematis agar proses produksi berjalan efisien sekaligus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Salah satu aspek penting dalam standar tersebut adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Tak hanya itu, peralatan dapur juga wajib memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan dalam juknis, guna menjamin kualitas dan keamanan makanan yang dihasilkan.
” Dapur itu khususnya ada ruang produk–ruang persiapan terus gudang basah, gudang kering, ruang produksi, ruang cuci ompreng, cuci alat dapur, ruang pemorsian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Supra menjelaskan bahwa pengelolaan limbah menjadi bagian krusial dalam operasional dapur MBG. Salah satu sistem yang digunakan adalah grease trap atau penyaring minyak.
IPAL itu standarnya kita harus ada glass rep lah. Glass rep jadi untuk penyaringan minyak,. Ya, maksudnya dalam glass rep itu-yaitu untuk menyaring minyak sama menyaring sampah. Jadi air dari hasil produksi dapur itu tidak mencemari lingkungan.
Dengan adanya standar yang ketat ini, diharapkan seluruh dapur MBG dapat beroperasi secara optimal, higienis, serta ramah lingkungan, sehingga tujuan program pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai dengan baik.
H. Ujang Slamet












