Patroli-Indonesia.com, CIAMIS, Jawa Barat – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) menggelar peringatan Hari Rabies se-dunia ke-16, dengan mengusung tema tahun ini adalah “One Health, Zero Death” (Satu Kesehatan, Nol Kematian).
Kepala Disnakan Ciamis, H. Syarief Nurhidayat mengatakan, Hari Rabies se-Dunia diperingati setiap tanggal 28 September, adapun tujuannya adalah kampanye untuk memerangi Rabies sehingga dunia terbebas dari bahaya penyakit tersebut juga menyebarkan kesadaran tentang bahaya penyakit Rabies dan bagaimana cara menghentikannya.
“Kemarin pada tanggal 28 September kami serempak melaksanakannya di seluruh dunia, namun sekarang kami melaksanakan rangkaian har Rabies se-Dunia. Hari Rabies ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana rabies dapat diberantas pada manusia dan hewan peliharaan jika kita mengambil langkah yang tepat,” kata Syarief, Jumat (30/09/2022) di Halaman Kantor Disnakan Ciamis.
Menurut Syarief, dalam rangkaian Hari Rabies se-Dunia selain dilaksanakan dilingkup Disnakan, pihaknya juga pekan depan akan menggelar kegiatan serupa di empat wilayah lainnya diantaranya, Banjarsari, Tambaksari, Panumbangan dan Kawali.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengundang anak-anak sekolah dasar (SD) di sekitar kantor, juga melaksanakan vaksin untuk hewan peliharaan gratis. Adapun tema dalam peringatan Hari Rabies sekarang adalah “Satu Penyakit Nol Kematian”.
“Kami juga undang anak-anak SD untuk diberikan edukasi tentang penyakit Rabies, juga tentang pemeliharaan hewan dengan bijak,” jelasnya.
Menurutnya, Rabies merupakan penyakit Zoonosis yang berdampak juga pada manusia, penyakit ini bisa menular dari hewan kepada manusia.
“Jadi selain mengundang anak-anak SD, kami juga mengundang masyarakat yang mempunyai hewan peliharaan untuk disuntik vaksin Rabies gratis,” ungkapnya.
Dijelaskan Syarief, sejauh ini untuk kasus Rabies di Kabupaten Ciamis masih zero. Namun, karena Ciamis ini merupakan daerah perbatasan, maka pihaknya menggelar kegiatan tersebut.
Hal tersebut untuk mencegah jangan sampai ada hewan-hewan yang dari luar Kabupaten Ciamis masuk ke Ciamis dengan keadaan sakit.

“Untuk sementara kami sediakan 200 dosis vaksin, semoga dengan adanya vaksin rabies ini bisa bermanfaat dan juga mencegah terjadinya Rabies di Kabupaten Ciamis,” tegasnya
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakan Kabupaten Ciamis, Asri menerangkan bahwa, secara umum, penyakit Rabies disebabkan oleh Virus Rabies (lyssavirus) yang menyerang semua hewan mamalia berdarah panas, seperti sapi, kerbau, kambing, kuda, kera, babi, anjing, kucing, dan lainnya.
“Kebanyakan Rabies disebabkan oleh anjing. Virus Rabies masuk ke dalam tubuh melalui luka gigitan hewan yang sudah tertular Rabies sebelumnya. Penyakit ini bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia,” terangnya.
Menurutnya, penderita penyakit Rabies umumnya menunjukkan gejala tak bisa mengontrol diri (Kegilaan), sebab Virus Rabies menyerang susunan syaraf otak sehingga penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit anjing gila.
“Alhamdulillah untuk di Kabupaten Ciamis kasus gigitan anjing (Rabies) belum terjadi,” pungkasnya. (Nank Irawan)












