MPI, Ciamis, Jawa Barat – 11 Sekolah Adiwiyata menerima Penganugerahan Penghargaan Adiwiyata
Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2024. Penghargaan diserahkan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis.
Penyerahan diberikan langsung oleh Kepala Dinas PRKPLH Kabupaten Ciamis, H Okta Jabal Nugraha, ST., MT didampingi Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Deasy Ariyanto, ST., MM di kantor DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Kamis (13/06/2024).
Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha menjelaskan, Penghargaan Adiwiyata diberikan oleh pemerintah kepada sekolah yang berhasil melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
“GPBLHS ini merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup, dengan tujuan untuk mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian lingkungan hidup,” jelasnya.
Lebih lanjut Okta menerangkan, ada 11 sekolah dan madrasah yang meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2024.
Dengan bertambahnya 11 sekolah dan madrasah yang meraih penghargaan Adiwiyata tersebut, di Kabupaten Ciamis sampai saat ini ada 166 sekolah dan madrasah Adiwiyata.
Berikut adalah daftar sekolah atau madrasah penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis tahun 2024:
- SDN 4 Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi – Terbaik pertama Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis tahun 2024.
- SDN 2 Tanjungsari, Kecamatan Sadananya – Terbaik kedua Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis tahun 2024.
- SDN 2 Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan – Terbaik ketiga Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis tahun 2024.
- RA Attaqwa, Kecamatan Purwadadi – Terbaik tingkat RA/TK Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis tahun 2024.
- SDN 1 Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis.
- MTsN 10 Ciamis, Kecamatan Banjarsari.
- MTs Al-Huda, Kecamatan Sadananya.
- SLB Negeri Cijeungjing.
- SDN 3 Kertayasa, Kecamatan Panawangan.
- RA Al-Fadliliyah Darussalam, Kecamatan Cijeungjing.
- TK Al Islah, Kecamatan Kawali.
Adapun untuk kriteria penerima penghargaan Adiwiyata mencakup proses pengusulan awal, verifikasi administrasi, dan penilaian lapangan sesuai regulasi yang berlaku.
Menurutnya, program Adiwiyata membentuk karakter dan perilaku warga sekolah, termasuk pendidik, siswa, dan warga sekitar lingkungan sekolah. Penghargaan ini bukanlah titik akhir dari upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Program ini diharapkan mendorong semua stakeholder secara pentahelix untuk bersama-sama menjaga kualitas lingkungan hidup yang asri, nyaman, ramah lingkungan, dan bebas polusi, serta dapat mencegah kebencanaan,” jelasnya.
Okta juga menyampaikan, program Adiwiyata ini dapat memberikan pemahaman dan kesadaran kepada warga sekolah tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, kualitas hidup dapat meningkat, dan masyarakat menjadi lebih sehat.
Untuk itu Ia berharap, GPBLHS dapat terus dilaksanakan dan berkelanjutan, serta diharapkan dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi baik seperti Sekolah Adiwiyata Provinsi, Nasional, dan Sekolah Adiwiyata Mandiri.
“Adanya sekolah Adiwiyata ini semoga dapat menjadi agen perubahan yang senantiasa peduli terhadap Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan,” ucapnya.
Menurutnya, program Adiwiyata tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dan kerjasama dari instansi terkait. Ia berharap, agar penghargaan yang telah diraih, dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan peran pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat sebagai penerapan konsep Pentahelix atau multipihak.
“Kita berharap baik unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat komunitas dan media bersatu untuk meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di
Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Okta mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung dan mendorong sekolah-sekolah di bawah kewenangannya untuk mengikuti Program Adiwiyata, juga Universitas Galuh, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Alam Lestari, Himpunan Penggiat Adiwiyata (HPAI) dan lainnya.












