MPI, Tangerang — Proyek pembangunan saluran air/ Irigasi di Kp.Buaran Mangga RT.01/001 Desa Buaran Mangga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Pasalnya, pekerjaan yang bersumber dari dana pemerintah (Pajak rakyat) tersebut, diduga dikerjakan asal-asalan, tidak adanya transparansi dan jauh dari kata standar teknis yang seharusnya.
Diperkuat fakta dilapangan ketika tim kontrol sosial menyambangi lokasi kegiatan proyek tersebut.
Selain diduga tanpa ada nya papan keterbukaan infomasi publik (KIP) para pekerja pun abaikan K3/APD, mereka kedapatan tak kompak mengenakan sepatu boot,helm Khusus proyek.
Pantauan di lapangan menunjukkan, konstruksi saluran kurang rata, adukan semen pun terlihat tipis dan rapuh, bahkan beberapa titik kemungkinan besar diprediksi mudah sekali mengalami retakan meski proyek belum selesai serah terima. Kondisi ini dikhawatirkan tidak akan bertahan lama, apalagi menghadapi musim hujan mendatang.
Ketika dikonfirmasi pekerja mengatakan dengan polos pada wartawan bahwa tidak dipasang papan pagu anggaran (KIP), lalu mereka pun mengaku tak tahu siapa yang menjadi penanggung jawab atau pelaksana proyek irigasi air persawahan itu, kesan kentara disinyalir kompak adanya upaya menutup nutupi kenyataan yang sebenarnya.
“Gak tahu, saya cuma kerja,iya papan proyek gak ada kali,kita juga bukan warga buaran mangga. SPAL Siapa pelaksana nya juga gak kenal kita,” ujarnya pada Rabu (13/8/2025).
Ironisnya, proyek yang digadang-gadang akan meningkatkan sarpras dan efek pada produktivitas pertanian ini justru berpotensi menjadi beban. Dan lagi-lagi torehan berentet sejarah kelam dengan fakta dilapangan diduga para oknum bermain mata dalam anggaran proyek bersumber pajak rakyat.
Pada hari yang sama Tim wartawan pun berusaha mencari tahu dengan mencoba mendekati warga sekitar proyek, ketika sudah berbekal sedikit informasi lalu berhasil diketemukan seseorang bernama Salim yang tak lain yakni ketua RT setempat.
“Saya juga baru tahu begitu ada warga saya yang ngomong, kalau ada proyek irigasi di lingkungan saya RT01/001, itu yang pegang pelaksana nya Marjuki Kopral, emang dia juga warga saya. Seharusnya Jangan tunggu sampai semua orang tahu kalau proyek baru ngomong ke ketua RT, seharusnya kalau ada kegiatan yaahh setidaknya kordinasi dulu kek, berbasa-basi ke pengurus lingkungan begitu yaa, ini gak ada pak, belum ketemu saya”. Keluhnya pada Tim awak media dilapangan sesa’at ditemui dikediamannya.
Begitupun dikantor desa buaran mangga, harapan tim awak media tak dapat bertemu kades, atau sekdes untuk konfirmasi tetapi tak berada di tempat. “Pak lurahnya (Kades-Red) sudah pulang pak, sekdes juga, belum tahu kita baru dengar kalau kegiatan proyek irigasi itu, bukan kerjaan dari desa itu. PL Kecamatan mereka pelaksana belum ada datang kekantor desa setidaknya kordinasi,” Jelas Hairudin stafnya.
Terakhir, kantor kecamatan pakuhaji, di hari yang sama pula, tak berada orang yang bertugas sebagai pengawas.
“Saya sedang enggak enak badan, libur dulu gak masuk,” Jawab Indra, ketika dihubungi via chat WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dan dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Namun, publik mendesak atas temuan ini agar pemerintah segera melakukan audit teknis serta mengevaluasi kontraktor yang mengerjakan proyek diduga bermasalah tersebut.
(Lisnawati – Patroli Indonesia)
Sumber : Dewi/Tim












