Fantos Waruwu : Pemerintah Jangan Anti Dengan Kritik DPRD

MPI, Nias – Beberapa Anggota dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias menilai kondisi pekerjaan di Kab.Nias TA.2022 baik rumah sakit pratama maupun hotmix terlihat mutu dan kualitas tidak layak pakai.

Hal itu di sampaikan beberapa anggota DPRD saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas kesehatan, Dinas PUPR serta dihadiri dua kelompok masyarakat dari gerakan anti korupsi masyarakat Nias (Gak-Manis) dan juga AMP2 di gedung rapat paripurna DPRD Kab.Nias lantai II. Rabu (14/02/23) lalu.

Fatouosa Waruwu alias Fantos anggota DPRD Kab.Nias dari Fraksi Demokrat menyampaikan.” Berdasarkan monitoring DPRD komisi II di lapangan terlihat kondisi pekerjaan yang sudah di laksanakan baik itu pembangunan peningkatan jalan hotmix maupun pembangunan rumah sakit umum pratama Kab.Nias, mutu dan kualitas tidak layak pakai alias asal jadi.” Lanjutnya.

“Yang saya kritisi disini adalah kontraktornya, kenapa seperti itu pekerjaannya umur pembangunan tidak sampai satu tahun sudah hancur, jangan asal menerima keuntungan lalu meninggalkan pembangunan yang tidak berkualitas kepada masyarakat, seperti jalan dari sogaeadu menuju somolo-molo belum dua minggu sesudah di kerjakan banyak yang berlubang belum lagi secara estetika pelaksanaan hotmix itu dan jelas tidak sesuai harapan di sana, sementara yang di harapkan masyarakat umur hotmix itu bisa lebih 5-10 tahun kedepan.” Tambahnya Fantos.

Kami harus tegas dalam hal ini, karena kami di pilih oleh rakyat maka kami mewakili masyarakat menyuarakan kepada pemerintah tentang kinerja kontraktor ini kenapa seperti itu, dan juga PUPR kenapa membiarkan begitu saja tidak mengawasi dengan baik, maka saya tegaskan tolong jangan berikan kepada masyarakat pembangunan rongsokan, dan pemerintah juga jangan  anti dengan  kritik yang di sampaikan DPRD Kab .Nias.” Tegas Fantos dengan nada kecewa.

Yaredi Laoli dari Fraksi Demoktrat mengatakan. “Saya menyampaikan ini kepada kadis PU, beberapa pembanguan di Kab.Nias saat ini kenapa tidak berkualitas, seperti pada pengaspalan di daerah saya yang tiap hari saya lalui di Ehosakhozi ke Orahili idanoi Kac.Hiliserangkai, baru dua minggu selesai sudah rusak berlubang-lubang kini sekarang penuh dengan tambalan, sebenarnya ini bisa kita sinyalir bahwa bahan-bahan yang di gunakan tidak sesuai ketentuan dimana mereka menggunakan bahan material seperti batu dan pasir di sungai terdekat bukan BS dari pabrikasi, kita bukan menyudutkan namun yang kita inginkan adalah mutu dari pada pekerjaan itu berkualitas dan sesuai harapan masyarakat.” Ucap Yaredi Laoli.

Pernyataan yang sama juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Nias Maspena Gulo dari Fraksi Nasdem.

“Mohon kepada kadis P.U memperhatikan pekerjaan kontraktor ini yang hampir semua pekerjaannya di Kabupaten Nias tidak lama selesai sudah rusak, seperti hotmix dari Gido menuju Kecamatan Ma’u yang terlihat tidak berkualitas, bahkan saat kami monitoring bulan lalu saya sudah ambil aspal hotmixnya sebagai sampel, tentu pihak kita tidak ingin jika peningkatan jalan hotmix di Kabupaten Nias tidak lama dinikmati masyarakat sudah pada hancur akibat pekerjaan kontraktor yang hanya asal jadi seperti yang terjadi saat ini, maka harapan kita disini supaya pembangunan di Nias bisa lebih maju lagi, baik rumah sakit maupun pembangunan peningkatan jalan hotmix, seharusnya bisa tahan lama dan berkualitas sesuai untuk apa yang tengah di harapkan oleh masyarakat Nias.” Harap Maspena Gulo.

Sementara itu kepala dinas PUPR Kab.Nias Viktor Waruwu menanggapi penyampaian dari beberapa anggota Dewan.

“Lemahnya pengawasan dilapangan karena kondisi keterbatasan personil, dan saat ini pihak BPK propinsi sumatera utara sedang melakukan audit terkait kualitas pembangunan tersebut, selain itu juga kami sedang dalam proses penyelidikan di kejaksaan negeri gunungsitoli.” Ucap Viktor Waruwu. (GL.ZEB).

Pos terkait