Patroli-Indonesia.com, Ngamprah, Bandung Barat – Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Menegah Pertama-Persatuan Guru Republik Indonesia (SMP-PGRI) Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar reuni akbar dengan tema “Tri Dasa Warsa” yang di ikuti alumni angkatan tahun 1983 – 2017, adapun peserta yang hadir sebanyak 250 orang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Desa Sukatani, Minggu (29/05/2022). Acara tersebut dihadiri juga oleh Plt Bupati KBB, Kepala Dinas Pendidikan, Anggota Dewan DPRD, Kepala Sekolah SMP-PGRI Ngamprah, Ketua IKA dan para pendiri SMP-PGRI Ngamprah.
Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjalin silaturahmi, kebersamaan, kekompakan, persatuan dan kesatuan antar alumni untuk menuju ekonomi kuat nanti di tahun 2030.
“Kita memiliki mimpi menuju KBB yang berekonomi kuat tahun 2030 itu bukan wacana bukan angan-angan tapi betul-betul kajian yang sudah dibuat dan kita mampu menuju KBB ekonomi kuat di tahun 2030. Anak muda yang produktif mampu memberikan kontribusi positif untuk pembangunan di KBB”, harapnya.
Menurutnya yang paling penting adalah bahan bakar peradaban maju itu adalah SDM yang berkualitas. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar bisa melahirkan generasi-generasi yang berkualitas.
“Saya titip ke pak Kadisdik inovasi pendidikannya harus jalan terus untuk memupuk generasi muda agar memiliki semangat dalam usahanya. Kita harus tanamkan semangat kompetitif dan semangat berinovasi di sekolah kita,” tuturnya.

Pihaknya berharap, semoga reuni akbar tersebut betul-betul bisa memperkuat persatuan dan kesatuan semua. Untuk itu kita harus guyub, rukun, InsyaAllah segala persoalan bisa diselesaikan dengan baik, contohnya pandemi Covid-19.
“Pada saat pandemi kita mengkampanyekan agar orang yang mampu harus membantu satu atau dua tetangganya yang kurang beruntung. Nah dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, alhamdulillah pandemi bisa kita lewati,” jelasnya.
Hal ini, lanjut Hengky tidak lepas dari peran Dinas Pendidikan juga, pada saat gencar vaksinasi, semua dinas harus menjadi Dinas Kesehatan, Pak Kadis ke sekolah-sekolah menggelar gebyar vaksinasi dan lain sebagainya, semua itu tidak akan tercapai kalau tidak adanya bergotong royong.
“Saya berharap semoga silaturahmi ini bisa kita rutinkan, mungkin bisa dua bulan sekali digelar untuk menjalin kekompakan dan menjalin kemistri, itu sangat penting,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung barat (KBB), Asep Dendi mengatakan, sebelum acara reuni akbar tersebut pihaknya sempat memonitoring semua bangunan dan kelas prasarana SMP-PGRI Ngamprah dan menyampaikan terkait program Plt Bupati KBB.
“Alhamdulillah para sesepuh yang ada di SMP-PGRI Ngamprah bisa hadir menyaksikan acara reuni akbar ini, dalam Reuni Tri Dasawarsa ini hadir sebanyak 30 angkatan,” ucapnya
Menurutnya, angka 30 itu terdiri dari angka tiga dan kosong, angka tiga adalah angka kekuatan, karena mobil yang mogok itu dengan hitungan satu sampai tiga langsung jalan.
“Mudah-mudahan ini kekuatan untuk SMP-PGRI Ngamprah. Pengabdian itu untuk kemajuan pembangunan yang ada di SMP-PGRI Ngamprah dan berkontribusi ke Bandung Barat BERKAH,” ujarnya.

Asep juga mengatakan, hal ini merupakan kolaborasi, satu tahun setengah kita tidak bisa berkumpul karena adanya pandemi Covid-19.
“Ini adalah ajang silaturahmi bagi alumni yang ada di SMP-PGRI Ngamprah, baru tiga sekolah yang sudah melaksanakan reuni akbar, pertama SMP-PGRI Padalarang, SMP Negeri Cipeundeuy dan ke empat adalah SMP-PGRI Ngamprah,” jelasnya.
Asep juga menyampaikan bahwa jumlah SMP yang ada di KBB, sebanyak 183 SMP, kurang lebih ada 1.843 ruang kelas, dan baru sekarang mendapat 345 ruang kelas program dari pak Bupati, termasuk SMP-PGRI Ngamprah ini. Pihaknya berharap dengan adanya reuni akbar ini semoga mendapatkan ridho dari Allah SWT, tetap berkesinambungan menunjang dan mendukung semua program yang dilakukan oleh Bupati. Dalam tahun 2030 ekonomi kuat dan terbentuk, dari mulai Sumber Daya Manusia (SDM) nya SMP-PGRI Ngamprah ini.
“Pengabdian yang paling kuat adalah alumni yang mempunyai kebanggaan untuk menciptakan pembangunan di suatu sekolah, maka kalau ingin rame SMP-PGRI Ngamprah ini, para alumninya harus menyekolahkan anaknya ke SMP-PGRI Ngamprah,” jelasnya
Ditempat terpisah Ketua pelaksana reuni akbar SMP-PGRI Ngamprah, Riandi Mukti mengatakan ini reuni akbar yang pertama dan terbesar di Kabupaten Bandung barat.
“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan reuni akbar dari Angkatan tahun 1983 sampai angkatan tahun 2017 dengan di ikuti 250 lebih peserta dari setiap alumni dan ini menjadi reuni terbesar di Kabupaten Bandung barat,” tuturnya.
Riandi berharap kedepannya bisa melaksanakan kegiatan reuni akbar lebih meriah lagi dan digelar setiap tahun.
“Saya berharap kedepannya bisa melaksanakan reuni akbar lebih meriah lagi dan Insya Allah kita akan laksanakan setiap tahun, semoga pengurus IKA tetap kompak agar bisa di agendakan,” pungkasnya. (Asep Cahyana)












